Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin Bersikap 'EGP' Tidak Peduli dengan Masa Depan Negara

📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menurutnya, utang negara sudah mendekati 8.000 triliun rupiah, tapi masih ada saja pengusaha yang memperoleh marjin di atas 100 persen, tapi utangnya tidak bayar, maka sangat tidak mungkin ekonomi Indonesia bisa sembuh hanya dengan kebijakan moneter dan fiskal.

"Nggak bakal sembuh, menunda pembayaran malah sakitnya semakin parah. Gimana bayarnya 8.000 triliun rupiah? Bayar bunganya saja susah. Pembayaran pajak tidak bisa meningkat begitu cepat. Tidak bisa mengejar kenaikan utang.

"Sepuluh tahun lalu kita peringatkan, kebayang tidak sampai delapan ribu triliun rupiah. Sampai hari ini, piutang BLBI tidak pernah ditagih," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho, mengatakan sejak 10 tahun lalu kita peringatkan situasi fiskal kita gara-gara BLBI, tapi tidak pernah digubris. Dikira dengan melupakan utang BLBI akan hilang dengan sendirinya? Bukannya hilang, tapi akan terus bertambah," papar Hardjuno.

Pertanyaannya, kalau utang RI sudah tembus 10 ribu triliun rupiah atau 12 ribu triliun rupiah, dan pasti akan cepat sekali melaju ke sana. "Coba gimana cara bayarnya. Artinya, rupiah harus collapse. Apa harus menunggu rupiah collapse? kan tidak.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Apple, mau membuka fasilitas perakitan di Indonesia dan Asia Tenggara dari Tiongkok karena mau melepas kebergantungan supply chain dari Tiongkok.

"Diketahui Apple berinvestasi senilai 1,6 triliun rupiah di Indonesia. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan investasi Apple Vietnam sebesar 256 triliun rupiah. Kita paling hanya jadi perakit saja. Memang betul akan membuka lapangan kerja, tapi hanya labour, buruh murah, bukan teknologi tinggi. Berapa besar kita tergantung hanya karena buruh murah saja. Kita tidak punya industri dasar yang kuat, begitu pula industri teknologi yang tinggi," kata Hardjuno.

Sibuk Berpolitik

Dihubungi terpisah, Peneliti Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, menyoroti para pemimpin yang terus sibuk mengundang investor, tapi tidak ada yang mau datang.

"Investasi yang masuk hanya menjadikan kita sebgai perakit saja. Masa untuk pemilu kita pakai server Alibaba dari Tiongkok. Padahal, database sangat strategis, masa bocor ke pihak luar, makanya kita tertinggal jauh. Lebih gila lagi, mereka tidak perduli negara bangkrut. Tidak sayang dengan negaranya. Masa bodoh dan terkesan berprinsip EGP, emang gue pikirin," katanya.

Pemimpin seperti sudah tidak peduli. Tidak ada satu pun pemimpin yang tidak EGP. Mereka bukannya tidak mengerti, cuma sudah EGP, sudah tidak mau mikirin," kata Siprianus.

Ajakan agar investor internasional masuk ke Indonesia tidak akan mengubah kondisi ekonomi nasional. Karena keuntungan yang terbesar akan diperoleh investor, jika kita tidak membangun ekonomi kita sendiri.

"Kalau investor internasional itu hengkang, teknologinya juga hilang, karena bukan milik kita. Itu milik mereka. Coba lihat di Tiongkok, banyak industri besar yang cabut karena kebijakan pemerintah, tapi Tiongkok tidak terpengaruh karena industri dasar mereka kuat. Toyota berpuluh-puluh tahun untung besar di sini, tapi yang dibangun jalan tol. Tiongkok tidak punya Google, tapi punya Baidu. Mereka tidak punya WA, tapi punya WeChat. Bagaimana dengan Indonesia, kita tidak punya sama sekali," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.