Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aung San Suu Kyi Jalani Tahanan Rumah

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 02:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aung San Suu Kyi Jalani Tahanan Rumah Doc: AFP/MYANMAR’S MINISTRY OF INFORMATION
Ket. Aung San Suu Kyi

YANGON - Pemimpin demokrasi Myanmar yang dipenjara, Aung San Suu Kyi, telah dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah, kata seorang pejabat militer pada Rabu (17/4), ketika junta mengumumkan terjadinya gelombang panas yang mendorong tindakan untuk melindungi narapidana.

Peraih Nobel berusia 78 tahun itu saat ini tengah menjalani hukuman 27 tahun penjara karena sejumlah dakwaan pidana mulai dari korupsi hingga pelanggaran aturan Covid-19.

Suu Kyi telah lama tidak terlihat sejak militer menahannya saat mereka merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 dan dia dilaporkan menderita masalah kesehatan.

Seorang pejabat militer, yang berbicara tanpa menyebut nama karena dia tidak berwenang berbicara kepada media, mengatakan Suu Kyi dan mantan Presiden Win Myint, telah dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah.

Juru bicara Junta Zaw Min Tun mengatakan cuaca panas telah mendorong pihak berwenang mengambil tindakan untuk melindungi tahanan yang rentan.

"Tidak hanya Aung San Suu Kyi dan U Win Myint, tetapi juga beberapa tahanan lama diberikan perawatan yang diperlukan karena cuaca yang sangat panas," kata Zaw Min Tun kepadaAFP.

Suhu di Ibu Kota Naypyidaw, tempat Suu Kyi diyakini ditahan di sebuah kompleks yang dibangun khusus, diperkirakan mencapai 41 derajat Celsius pada Rabu, dengan perkiraan cuaca yang lebih panas akan menerpa lagi pekan mendatang.

Junta juga mengumumkan pada Rabu bahwa 3.300 tahanan akan dibebaskan sebagai bagian dari amnesti rutin untuk memperingati festival tahun baru negara tersebut.

Sebaiknya Anda baca juga:

Masalah Kesehatan

Belum jelas berapa lama Suu Kyi akan diizinkan tetap menjadi tahanan rumah setelah gelombang panas terjadi, atau apakah tindakan tersebut merupakan pengurangan resmi hukumannya.

Media lokal melaporkan bahwa selama persidangan selama berbulan-bulan, Suu Kyi menderita pusing, muntah-muntah, dan kadang-kadang tidak bisa makan karena infeksi gigi.

Putranya, Kim Aris, mengatakan kepadaAFPpada bulan Februari bahwa ibundanya masih ditahan di kompleks khusus di Naypyidaw.

Kompleks tersebut tidak memiliki AC di tengah panas terik dan sel-sel beton bocor selama musim hujan, menurut ekonom Australia Sean Turnell, mantan penasihat pemerintah Suu Kyi yang ditahan di sana selama berbulan-bulan.

Suu Kyi menghabiskan sekitar 15 tahun dalam tahanan rumah di rumah keluarganya di tepi danau era kolonial di pusat komersial Yangon setelah ia menjadi terkenal selama demonstrasi besar-besaran menentang junta pada tahun 1988.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.