Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi, Dukungan Nyata Negara Maju Dibutuhkan Mempercepat Transisi Energi

📅 Rabu, 17 Apr 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Dukungan Nyata Negara Maju Dibutuhkan Mempercepat Transisi Energi Doc: ANTARA/Indra Arief Pribadi
Ket. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana saat ditemui di sela rangkaian Pra-Sidang Umum Badan Energi Internasional (Irena) Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (16/4/2024) malam.

Abu Dhabi - Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan nyata dari negara maju baik dalam teknologi maupun pendanaan dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi menuju nol emisi pada 2060 atau lebih awal.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana kepada ANTARA di sela rangkaian Pra-Sidang Umum Badan Energi Internasional (Irena) Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa malam, mengatakan Indonesia terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju.

Sebagai negara berkembang yang berkomitmen dan berprogres dalam peningkatan kapasitas transisi energi, Indonesia mengharapkan negara maju yang sudah memiliki teknologi mutakhir dapat bekerja sama untuk mengembangkan proyek transisi energi itu di Indonesia.

"Memanfaatkan yang sudah benar-benar terbukti, baik secara teknologi maupun secara perekonomian," ujar Dadan.

Dukungan nyata dari negara maju itu juga yang menjadi salah satu agenda yang akan disuarakan Indonesia dalam Sidang Majelis Umum Irena 16-18 April 2024.

Dadan menekankan Indonesia sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mengembangkan energinya sendiri sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan ekonomi domestik.

Namun tak dapat dipungkiri, untuk percepatan transisi energi, kerja sama teknologi dan pendanaan dari negara maju dibutuhkan.

Indonesia sebelumnya sudah merintis kerja sama Just Energy Transitions Partnership (JETP) (JETP) dengan negara-negara maju yang tergabung dalamInternational Partners Group(IPG), dipimpin oleh Amerika Serikat dan Jepang dan beranggotakan Denmark, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Norwegia, Prancis dan Uni Eropa dengan total nilai mencapai 21,6 miliar dolar AS.

"Teknologi dan pendanaan. Ini yang kita harapkan negara maju mengambil porsi di situ. Tentunya nantiwin-win," kata dia.

Saat ini proses kerja sama pengembangan energi ramah lingkungan antara Indonesia dan sejumlah negara maju sedang digodok, antara lain, untuk pengembangan energi hidrogen dan industri baterai kendaraan listrik.

"Pengembangan hidrogen kan ini menjadi isu global. Selain juga bagaimana mendorong untuk pengembangan industri baterai. Memang baterai ada dari Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, China. Jadi kita punya banyak opsi. Kan kita terbuka terhadap semua investasi. Kita terbuka, memanfaatkan apa yang kita punya dari sisi sumber daya," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Irena Francesco La Camera dalam paparan awalnya di Abu Dhabi, Selasa, mengatakan infrastruktur dan teknologi menjadi hal yang dibutuhkan negara berkembang untuk mempercepat transisi energi.

Infrastruktur menjadi hal penting untuk pengembangan transisi energi, termasuk energi terbarukan. Maka peran infrastruktur adalah krusial.

"Tanpa infrastruktur, mereka tidak dapat mengembangkan potensi yang dimiliki," ujar Camera.

Camera menyoroti kesenjangan kapasitas energi terbarukan antara negara maju dan negara berkembang. Isu kesenjangan distribusi energi terbarukan itu juga akan menjadi pembahasan dalam Sidang Majelis Umum ke-14 Irena.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

20 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

35 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.