Sekjen PBB Mengutuk Keras Serangan Iran ke Israel
📅 Senin, 15 Apr 2024, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: IRANIAN DEFENCE MINISTRY/AFP
WASHINGTON - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan udara Iran terhadap Israel pada Sabtu (13/4) dan mendesak dihentikannya permusuhan.
"Saya mengutuk keras eskalasi serius yang ditunjukkan dari serangan besar-besaran yang diluncurkan terhadap Israel oleh Republik Islam Iran malam ini. Saya menyerukan agar permusuhan ini dihentikan segera," katanya dalam sebuah pernyataan.
Seperti dikutip dari Antara, Minggu (14/4), Guterres mengatakan dirinya "sangat khawatir" atas "bahaya yang sangat nyata" dari eskalasi yang sangat menghancurkan di seluruh kawasan.
"Saya mendesak semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin guna menghindari tindakan apa pun yang dapat mengarah pada konfrontasi militer besar dari berbagai front di Timur Tengah."
"Saya telah berulang kali menekankan bahwa baik kawasan maupun dunia tidak akan mampu mengatasi perang lagi," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran memulai serangan udara terhadap Israel pada Sabtu sebagai balasan atas serangan udara pada 1 April terhadap fasilitas diplomatiknya.
Serangan Israel menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal tertinggi.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menjanjikan dukungan "kuat" untuk Israel setelah mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat tinggi keamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya baru saja bertemu dengan tim keamanan nasional saya untuk mendapatkan informasi terkini mengenai serangan Iran terhadap Israel. Komitmen kami terhadap keamanan Israel terhadap ancaman dari Iran dan proksinya sangat kuat," kata Biden di X, sambil mengunggah gambar pertemuan tersebut di Gedung Putih.
Sedangkan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak menyebut serangan tersebut sembrono. "Berisiko meningkatkan ketegangan dan mengganggu kestabilan kawasan. Iran sekali lagi menunjukkan niatnya untuk menabur kekacauan di negaranya sendiri."
Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan, serangan itu adalah "eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ancaman besar terhadap keamanan regional," dalam pesannya di X.
Pertemuan Darurat
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Minggu (14/4), mengenai serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel.
"Pertemuan tersebut rencananya diadakan pada pukul 16.00 (2000 GMT) dan atas permintaan Israel," kata juru bicara Malta, yang memegang jabatan presiden bergilir DK PBB bulan ini, kepada media pada Sabtu (13/4) malam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!