Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Akan Kerahkan Peluncur Rudal Tomahawk dan SM-6 di Indo-Pasifik

📅 Selasa, 09 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh:
AS Akan Kerahkan Peluncur Rudal Tomahawk dan SM-6 di Indo-Pasifik Doc: ANTARA/KOREAN CENTRAL NEWS AGENCY/HO XINHUA
Ket. Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara, yang disiarkan kantor berita Korea Utara, KNA, beberapa waktu lalu.

ANKARA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan peluncur darat yang mampu menembakkan rudal SM-6 dan Tomahawk di kawasan Indo-Pasifik segera untuk mengatasi meningkatnya ancaman keamanan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, Minggu (7/4).

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Yonhap saat kunjungannya ke Korea Selatan, Jenderal Charles Flynn, Komandan Angkatan Darat AS di Pasifik, mengatakan tentara AS telah mengembangkan tembakan presisi jarak jauh.

Seperti dikutip dari Antara, Flynn menyebutkan pencegat SM-6 dan serangan maritim Tomahawk merupakan rudal yang dapat diluncurkan dari sistem peluncuran baru.

Pengumuman tersebut, yang bertepatan dengan latihan kontramiliter yang dilakukan Tiongkok, AS, dan sekutunya di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan, menandai konfirmasi pertama mengenai jenis sistem persenjataan yang akan digunakan di wilayah tersebut pada tahun ini.

Sistem persenjataan itu akan dikerahkan di wilayah tersebut untuk pertama kalinya sejak AS dan bekas Uni Soviet menandatangani perjanjian pada tahun 1987 untuk menghapuskan Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF). AS menarik diri dari perjanjian INF pada 2019, dengan alasan dugaan pelanggaran oleh Russia.

Tentara AS telah mengembangkan dan mengerahkan rudal jarak menengah baru di tengah meningkatnya pengaruh Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.

"Sistem itu segera diterapkan di wilayah tersebut. Ke mana dan kapan sistem itu akan dikirim, saya tidak akan membicarakannya sekarang," kata Flynn.

Cegah Rudal Balistik

SM-6 mampu mencegat rudal balistik dengan jangkauan lebih dari 240 kilometer, sedangkan Tomahawk, sebuah rudal jelajah subsonik, dapat menyerang sasaran sekitar 2.500 kilometer.

Flynn, yang juga berkunjung ke Jepang dan Thailand selama kunjungannya ke tiga negara di Asia, menyampaikan keprihatinan atas serangkaian uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini.

Dia menunjukkan kepercayaan terhadap sistem pertahanan rudal yang terintegrasi dan berlapis yang dimiliki aliansi tersebut.

"Pengujian yang berkelanjutan sangat memprihatinkan dan dalam banyak hal, mengganggu stabilitas. Saya yakin, mengingat aktivitas kami baru-baru ini di kawasan ini, pertahanan rudal berlapis dari apa yang kami miliki," katanya.

Korea Utara, pada Rabu (3/4), melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah hipersonik baru, serta mengeklaim semua rudalnya sekarang berbahan bakar padat dan berkemampuan nuklir dengan kemampuan kontrol hulu ledak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.