Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal ‘Ferienjob’ dan Aturan Ketenagakerjaan di Jerman

📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, potongan dari agen untuk setiap mahasiswa berbeda-beda. Sebagian mahasiswa mendapat talangan biaya tiket pesawat dari pihak agen. Jika demikian, gaji akan dipotong lebih banyak untuk melunasi talangan tiket pesawat tersebut. Itulah kenapa upah bersih yang diterima berbeda-beda.

Potensi risiko ferienjob

Ferienjob memiliki beberapa risiko terkait fleksibilitas aturan, yaitu:

1. Penempatan kerja

Ferienjob tidak menjamin kepastian penempatan kerja. Berdasarkan pengakuan mahasiswa, mereka harus menunggu antara 1-7 hari (bahkan satu bulan) di Jerman sebelum dapat bekerja. Fleksibilitas ini juga berujung pada penempatan kerja yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di Indonesia.

2. Mobilitas

Pekerja ferienjob dituntut untuk bersedia dipindahkan dari satu tempat kerja ke tempat kerja yang lain. Dalam kasus yang ekstrem, mahasiswa harus berkali-kali pindah tempat kerja karena adanya fleksibilitas aturan ini.

3. Jenis pekerjaan

Ferienjob menuntut kesediaan menerima semua jenis pekerjaan termasuk pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik. Seorang mahasiswa harus bekerja mengangkat barang yang berat sampai jatuh pingsan.

4. Hubungan kerja

Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja di tengah jalan jika mahasiswa dianggap tidak memenuhi tuntutan pekerjaan. Begitu pula, mahasiswa dapat memutuskan hubungan kerja jika perusahaan dianggap melanggar kesepakatan. Mahasiswa menandatangani kontrak kerja dengan agen penyalur tenaga kerja di Jerman dan bukan dengan perusahaan tempat bekerja. Prosedur penempatan kerja adalah pihak agen memberikan semacam surat penugasan kepada mahasiswa di perusahaan.

Secara hukum, mahasiswa punya ruang untuk menyampaikan protes kepada Zentrale Auslands- und Fachvermittlung (ZAV), lembaga pemerintah Jerman yang mengurusi tenaga kerja asing. Tapi faktanya, pelaporan semacam ini tidaklah mudah karena keterbatasan mahasiswa berbahasa Jerman dan dalam memahami aturan ketenagakerjaan.

Pemutusan hubungan kerja dari perusahaan akan berdampak pada perhitungan upah yang diterima mahasiswa karena perhitungan jam kerja menjadi semakin sedikit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.