Ilmuwan Amerika Serikat Menguji Mesin Pencerah Awan untuk Mendinginkan Bumi
📅 Kamis, 04 Apr 2024, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: CREDIT NASA EARTH OBSERVATORY
Sesaat sebelum jam 9 pagi pada Selasa (2/3), seorang insinyur bernama Matthew Gallelli berjongkok di dek kapal induk yang dinonaktifkan di Teluk San Francisco, mengenakan pelindung telinga, dan menekan tombol.
Beberapa detik kemudian, alat yang menyerupai pembuat salju mulai bergemuruh, lalu mengeluarkan desisan yang keras dan memekakkan telinga. Kabut halus berupa partikel aerosol kecil keluar dari mulutnya, melayang ratusan kaki di udara.
Ini adalah uji coba teknologi luar ruangan pertama di Amerika Serikat yang dirancang untuk mencerahkan awan dan memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke luar angkasa, sebuah cara untuk mendinginkan sementara planet yang kini mengalami panas berlebih yang berbahaya.
Dikutip dari The Straits Times, para ilmuwan ingin melihat apakah mesin yang pembuatannya membutuhkan waktu bertahun-tahun ini dapat secara konsisten menyemprotkan aerosol garam dengan ukuran yang tepat melalui udara terbuka, di luar laboratorium. Jika berhasil, tahap selanjutnya adalah mencoba mengubah komposisi awan di atas lautan di bumi.
Ketika manusia terus menggunakan bahan bakar fosil dan meningkatkan jumlah karbon dioksida ke atmosfer, tujuan untuk menjaga pemanasan global pada tingkat yang relatif aman semakin menjauh. Hal ini telah mendorong gagasan intervensi yang disengaja terhadap sistem iklim semakin mendekati kenyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perguruan tinggi, yayasan, investor swasta, dan pemerintah federal telah mulai mendanai berbagai upaya, mulai dari menyedot karbon dioksida dari atmosfer hingga menambahkan zat besi ke laut dalam upaya menyimpan karbon dioksida di dasar laut.
"Setiap tahun kita mencatat rekor baru mengenai perubahan iklim, dan mencatat rekor suhu, gelombang panas, hal ini mendorong para peneliti untuk mencari lebih banyak alternatif," kata Robert Wood, ilmuwan utama tim dari Universitas Washington yang menjalankan penelitian proyek pencerahan awan laut ini.
Modifikasi Radiasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Mencerahkan awan adalah salah satu dari beberapa ide untuk mendorong energi matahari kembali ke luar angkasa, terkadang disebut modifikasi radiasi matahari, geoengineering surya, atau intervensi iklim.
Dibandingkan dengan pilihan lain, seperti menyuntikkan aerosol ke stratosfer, pencerahan awan laut akan dilakukan secara lokal dan menggunakan aerosol garam laut yang relatif tidak berbahaya dibandingkan dengan bahan kimia lainnya.
Namun, gagasan untuk mengganggu alam masih menjadi perdebatan sehingga penyelenggara tes pada tanggal 2 April merahasiakan detailnya karena khawatir akan ada kritikus yang mencoba menghentikannya.
Meskipun pemerintahan Biden mendanai penelitian terhadap berbagai intervensi iklim, Gedung Putih menjauhkan diri dari penelitian di California.
"Pemerintah AS tidak terlibat dalam percobaan Modifikasi Radiasi Matahari (SRM) tempat di Alameda, CA, atau di mana pun," katanya dalam sebuah pernyataan ke The New York Times.
Pada tahun 1990, seorang fisikawan Inggris bernama John Latham menerbitkan sebuah surat di jurnal Nature, dengan judul Pengendalian Pemanasan Global? di mana ia memperkenalkan gagasan bahwa memasukkan partikel-partikel kecil ke dalam awan dapat mengimbangi kenaikan suhu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!