Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Indek Pertanaman, Kementan Pompanisasi Sawah Tadah Hujan Pertanian di Banten

📅 Senin, 01 Apr 2024, 01:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Indek Pertanaman, Kementan Pompanisasi Sawah Tadah Hujan Pertanian di Banten Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Sejumlah orang berjalan di pematang sawah di Desa Mekar Sari, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakkan program bantuan pompanisasi, khususnya di lahan persawahan tadah hujan demi meningkatkan indeks pertanaman (IP) yang dinilai berpotensi besar khususnya di lahan pertanian Banten.

"Percepatan tanam di sejumlah wilayah kami lakukan melalui pompanisasi, karena pompanisasi bisa memacu aktivitas tanam di musim kedua tahun ini agar berjalan lebih cepat dan maksimal termasuk di Banten," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Amran menyampaikan bahwa program pompanisasi dikonsentrasikan untuk lahan sawah yang IP satu namun memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun. Artinya, kata Amran, lahan-lahan sawah tersebut hanya mampu tanam satu kali dalam setahun.

Oleh karena itu, melalui program pompanisasi diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman yang tadinya hanya satu menjadi dua atau lebih dalam setahun.

"Lahan yang IP satu, jika ditingkatkan menjadi dua atau tiga berarti akan bisa menjadi dua kali lipat bahkan tiga. Hal itu bisa menjadi potensi besar, dan kami siapkan pompa, inilah solusi cepat untuk menangani pangan," ujar Amran.

Tidak hanya Pulau Jawa, Amran mengatakan program tersebut akan diperluas hingga wilayah lain di luar Pulau Jawa, agar upaya peningkatan produksi padi berjalan secara masif. Pasalnya, pompanisasi dapat membantu aktivitas tanam petani di lapangan. Petani akan lebih mudah dan cepat melakukan olah tanah dan tanam.

"Kami rancang, Pulau Jawa minimal 500.000 hektare, itu minimal. Jadi kami fokus Jawa, karena Jawa rentang kendalinya dekat. 70 persen produksi juga di Jawa, sehingga langsung kami sentuh Jawa dulu, kemudian luar Jawa juga kami target 500.000 hektar," ungkap Amran.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan telah meninjau lahan tadah hujan di Desa Mekar Sari, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten untuk melihat lahan tadah hujan seluas 100 hektare.

"Tinjauan untuk melihat secara langsung kebutuhan prasarana pompa yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan di sini," ujar Ali.

Ali menjelaskan, dari total lahan 100 hektare, saat ini hanya 50 hektare yang dapat dikelola. Sisanya 50 hektare tidak dapat ditanami karena bendungan Kidemang jebol saat banjir di tahun 2016 yang menyebabkan tidak berfungsi lagi.

"Lahan sawah yang sudah 7 tahun lebih tidak digarap ini harus diintervensi dengan jaminan air melalui program pompanisasi yang digagas oleh Bapak Presiden," kata Ali.

Dia mengatakan program pompanisasi dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman, termasuk untuk sawah tadah hujan. Dari catatan secara nasional, 7,5 juta hektare sawah di Indonesia, ada 36 persen merupakan sawah tadah hujan.

"Artinya ada 2,7 juta sawah tadah hujan. Nah, dari total secara nasional itu kita intervensi berapa yang memiliki sumber air dan dapat diairi menggunakan pompanisasi. Jadi kita bergerak di lahan tadah hujan," jelasnya.

Dalam kunjungannya tersebut, lanjut Ali mengatakan, Dinas Pertanian Serang dan Dinas Pertanian Banten mengusulkan kepada Kementerian Pertanian berupa bantuan dua unit irigasi perpomponen dengan rincian pompa 6inch, rumah pompa, dan pipa distribusi air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.