Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Sebut Banjir yang Kerap Terjadi di Sukabumi Dipicu Penumpukan Sampah

24 Jumat, 29 Mar 2024, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Sebut Banjir yang Kerap Terjadi di Sukabumi Dipicu Penumpukan Sampah BPBD Sebut Banjir yang Kerap Terjadi di Sukabumi Dipicu Penumpukan Sampah Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama personel pemadam kebakaran saat menanggulangi bencana banjir di Jalan Kabandungan, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi Jawa Barat.

Sukabumi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat disebabkan oleh penumpukan sampah drainase atau saluran pembuangan air.

"Dari hasil evaluasi penangan kasus banjir di Kota Sukabumi yang terjadi sejumlah kecamatan beberapa waktu lalu, ternyata penyebabnya sama yakni terjadi penyumbatan saluran air dan pendangkalan sungai oleh sampah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat di Kantor BPBD Kota Sukabumi, Kamis.

Menurut Novian, saat penanggulangan bencana banjir petugas di lapangan selalu menemukan saluran air yang tidak berfungsi dengan baik karena sampah yang menumpuk.

Seperti bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabandungan, Kecamatan Gunungpuyuh dan Gang Djuli, Kecamatan Cikole. Petugas di lapangan selain harus membantu korban terdampak, juga berjibaku membersihkan saluran air yang dipadati oleh sampah plastik.

Tentunya ini harus menjadi perhatian semua pihak agar kasus serupa tidak terjadi kembali dengan cara meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang apalagi ke sungai atau saluran air.

"Kota Sukabumi hingga saat ini masih berpotensi turun hujan deras, untuk itu kami mengimbau kepada warga rutin membersihkan sampah yang berada di saluran air agar tidak terjadi penyumbatan," tambahnya.

Sebelum, pada Senin (25/3) hujan deras yang turun dari siang hingga malam memicu terjadinya banjir seperti di Jalan Kabandungan, Kecamatan Gunungpuyuh yang mengakibatkan enam rumah terendam termasuk satu rumah di Gang Djuli, Kecamatan Cikole.

Hujan deras juga memicu terjadi bencana tanah longsor di Perumahan Taman Asri, Kecamatan Cikole, akibatnya satu rumah terancam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...
Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.