Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Kemacetan, Polda DIY Siapkan Skema Antisipasi Kepadatan Mudik Lebaran 2024

📅 Kamis, 28 Mar 2024, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Kemacetan, Polda DIY Siapkan Skema Antisipasi Kepadatan Mudik Lebaran 2024 Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan saat ditemui di Ponpes Al-Munawwir, Krapyak, Bantul, Rabu malam (27/3/2024).

Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta bakal menyiapkan skema untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di provinsi ini selama periode Lebaran 2024.

Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan saat ditemui di Ponpes Al-Munawwir, Krapyak, Bantul, Rabu malam, mengatakan sejumlah langkah bakal disiapkan untuk menyambut pemudik di DIY yang diperkirakan mencapai 6 persen dari total pemudik secara nasional.

"Itu baru yang mudik, belum yang mudik ke Jawa terus jalan-jalan ke Yogyakarta. Ini yang sedang kita hitung," kata dia.

Menurut Suwondo, skema antisipasi bakal dibahas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (1/4) mendatang.

Berikutnya pada Selasa (2/4), pihaknya bakal menyiapkan langkah teknis bersama seluruh pemangku kepentingan di DIY.

Dalam skema antisipasi itu, menurut Suwondo, nantinya akan bermuara pada tiga aspek utama, yakni memastikan masyarakat aman dan nyaman menjalankan ibadah.

"Kedua, aman dalam berlalu lintas dan beraktivitas. Ketiga, menjamin ketersediaan bahan pokok," ujar dia.

Suwondo mengaku telah mendapat arahan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto untuk memastikan kegiatan keagamaan di DIY berjalan kondusif dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.

"Arahannya tetap kondusif supaya kegiatan agama tetap berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar dia.

Menjelang arus mudik Lebaran 2024, kata Suwondo, upaya rekayasa lalu-lintas bakal disiapkan menyesuaikan kebutuhan di lapangan, termasuk mencegah potensi kecelakaan di sejumlah jalur yang dianggap rawan.

"Itu pasti kita lakukan 'contra-flow' atau misalnya banyak arus yang masuk kita atur supaya lebih ringan sehingga yang masuk lebih mudah nanti pas keluarnya itu dinamis," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memproyeksikan ada sebanyak 193,6 juta orang atau 71,7 persen dari total penduduk melakukan perjalanan mudik selama periode Lebaran 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.