Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lampung Disiapkan Jadi Sentra Produksi Beras Nasional

📅 Rabu, 27 Mar 2024, 08:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lampung Disiapkan Jadi Sentra Produksi Beras Nasional Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Provinsi Lampung sebagai sentra produksi beras nasional. Untuk mewujudkannya, Kementan menggandeng TNI Angkatan Darat (AD) dalam mengoptimalkan lahan pertanian di wilayah tersebut.

Optimalisasi lahan merupakan salah satu strategi penting dalam mencapai kemandirian pangan dan mengurangi kebergantungan pada impor pangan. Kementan dan TNI AD berkomitmen terus mengembangkan program ini guna mendukung ketahanan pangan di Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.

Direktur Perlindungan Hortikultura Kementan, Jekvy Hendra, menjelaskan program optimalisasi lahan akan dilakukan dengan pompanisasi dan perluasan areal tanam. Program akan difokuskan pada lahan - lahan potensial yang selama ini belum termanfaatkan secara efektif.

"Fokus optimalisasi ini diarahkan pada pemanfaatan lahan potensial yang selama ini belum tergarap maksimal. Nantinya, pompanisasi ini diarahkan pada pemberian bantuan pompa sesuai kebutuhan petani. Fokus perluasan areal tanam diarahkan untuk penanaman padi gogo sebagai tanaman tumpang sisi (tusip) di sela-sela tanaman perkebunan, seperti kelapa sawit, kelapa, kopi, dan lain-lain," terang Jeky, di Jakarta, Selasa (26/3).

Dalam mendorong optimalisasi lahan, baik Kementan maupun TNI AD menerjunkan tim gabungan untuk pendampingan dan pengawalan serta implementasinya di lapangan. Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Optimalisasi Lahan Rawa, Pamuji Lestari, bersama jajaran Kementan dan TNI AD langsung mengunjungi beberapa wilayah rawa di Lampung.

Di depan pewarta, Pamuji mengakui potensi pengembangan dan optimalisasi lahan sangat besar di Provinsi berjuluk "Sai Bumi Ruwa Jurai" tersebut.

"Kita akan mengoptimalkan sawah-sawah yang hanya panen satu kali (IP100.red) ini bisa menjadi dua sampai tiga kali panen dalam setahun. Saya rasa kalau kita kerja keras bahu-membahu, kita pasti bisa mewujudkan ini," tegasnya.

Dirinya optimistis Lampung ke depan tak hanya meningkatkan kemandiriannya dalam berproduksi, melainkan juga akan turut menjadi penyangga Pulau Jawa.

"Provinsi Lampung dipilih sebagai prioritas utama dalam program ini karena karena berpotensi besar menjadi penyangga bahan pangan untuk Jawa dan sekitarnya," tuturnya.

Mini Indonesia

Sementara itu, Guru Besar Universitas Lampung, Bustanul Arifin, menuturkan Lampung itu merupakan mini Indonesia. "Anda cari apa saja, ada. Kalau pertanian, ada padi, jagung, kedelai hortikultura, semua lengkap," ujarnya.

Selain itu, ada komoditas lainnya, seperti karet, sawit, kopi, kakako, lada, dan sebagainya. Kemudian, di sektor perikanan, ada perikanan tangkap, budi daya ikan, tambak udang, tambak bandeng. Begitu pula dengan peternakan, mulai peternakan sapi, penggemukan sapi, peternakan ayam, bebek, dan lain-lain, termasuk pabrik pakan.

"Yang diperlukan adalah peningkatan nilai tambah. Itu yang sangat dibutuhkan oleh perekonomian Lampung," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.