Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penerimaan Pajak Capai Rp342,88 Triliun Sepanjang Tahun Ini

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 10:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penerimaan Pajak Capai Rp342,88 Triliun Sepanjang Tahun Ini Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Realisasi penerimaan pajak sampai 15 Maret 2024 mencapai 342,88 triliun rupiah atau sekitar 17,24 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Meski demikian, penerimaan pajak sepanjang tahun ini mengalami tekanan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merinci PPH nonmigas berkontribusi sebesar 203,92 triliun rupiah atau 19,18 persen dari target. Selanjutnya, PPN dan PPNBM berkontribusi sebesar 121,92 triliun rupiah atau 15,03 persen dari target, diikuti PBB dan pajak lainnya sebesar 2,56 triliun rupiah atau 6,79 persen dari target serta PPH migas mencapai 14,48 triliun rupiah atau 18,95 persen dari target.

"Penerimaan pajak kita agak mengalami tekanan karena harga komoditas yang menurun mulai dari tahun lalu. Ini berarti perusahaan-perusahaan kemudian meminta restitusi karena pembayaran masanya mungkin lebih tinggi dibandingkan apa yang akan mereka laporkan pada bulan April nanti. Namun dari sisi bruto, kalau belum dikurangi restitusi kita masih tumbuh 5,74 persen," ungkap Menteri Keuangan dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Maret 2024, Senin (25/3), di Jakarta.

Berdasarkan jenis pajaknya, mayoritas jenis pajak utama tumbuh positif sejalan dengan ekonomi nasional yang stabil. Seperti halnya PPH 21 berhasil dikumpulkan mencapai 59,91 triliun rupiah atau berkontribusi terhadap total penerimaan sebesar 17,47 persen.

Menurut sektornya, Menkeu menyebut industri pengolahan menyumbang kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak yaitu sebesar 85,29 triliun rupiah atau 25,64 persen, meskipun di saat bersamaan juga terkontraksi sebesar 12,3 persen. Hal ini selaras dengan kenaikan Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi yang menunjukkan tren positif perekonomian.

"Ini karena adanya restitusi tadi. Kalau tidak ada restitusi industri pengolahan masih tumbuh tipis di 1,9 persen," kata Menkeu.

Pendapatan Bea Cukai

Di sisi lain, mengenai penerimaan kepabeanan dan cukai, Menteri Sri Mulyani juga mencatat penerimaan Bea Masuk hingga 15 Maret 2024 mencapai 9,9 triliun rupiah atau setara 17,5 persen dari target APBN. Untuk Bea Keluar, berhasil dikumpulkan sebesar 3,3 triliun rupiah atau setara 19 persen dari target penerimaan. Untuk penerimaan cukai, berhasil terkumpul sebesar 43,3 triliun rupiah atau 17,6 persen dari total penerimaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.