Rusia dan Tiongkok Veto Resolusi AS soal Gencatan Senjata di Gaza
📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 17:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDia mengatakan Rusia dan Tiongkok tidak melakukan apa pun yang berarti untuk memajukan perdamaian.
Menururnya, naskah baru tersebut gagal mendukung diplomasi sensitif di kawasan dan dapat memberikan alasan bagi Hamas untuk meninggalkan perjanjian yang telah disepakati. Dia mengatakan, AS akan terus mengupayakan perdamaian bersama Qatar dan Mesir dalam pembicaraan yang sedang berlangsung.
Sebelum pemungutan suara, Duta Besar Rusia, Vassily Nebenzia mengatakan AS berulang kali menjanjikan kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran.
Kini, AS akhirnya menyadari perlunya gencatan senjata, ketika lebih dari 30.000 warga Gaza telah tewas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan AS sedang mencoba untuk "menjual produk" kepada Dewan Keamanan dengan menggunakan kata imperatif dalam resolusinya.
"Ini tidak cukup dan Dewan harus menuntut gencatan senjata", katanya.
Dia mengatakan, tidak ada seruan gencatan senjata dalam perjanjian tersebut, dan menuduh kepemimpinan AS "sengaja menyesatkan komunitas internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Draf tersebut hanya mempermainkan pemilih AS, untuk memberikan pukulan telak kepada mereka dengan seruan gencatan senjata palsu," katanya.
"Jika Anda meloloskan resolusi ini, Anda akan menutupi diri Anda dengan aib," katanya kepada para duta besar.
Dia mengatakan bahwa rancangan resolusi alternatif, yang merupakan "dokumen yang seimbang dan apolitis", sedang diedarkan oleh beberapa anggota Dewan lainnya.
Berbicara sebelum pemungutan suara, Duta Besar AS, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan, delegasinya ingin melihat gencatan senjata segera dan berkelanjutan.
"Namun kita harus melakukan kerja kerasdiplomasi untuk mewujudkan tujuan tersebut, dan hal itu harus dibuat nyata di lokasi," katanya.
Inilah sebabnya mengapa perundingan sedang berlangsung di Qatar yang akan mengarah pada gencatan senjata yang berkelanjutan, katanya, seraya menambahkan bahwa "kita sudah dekat, namun sayangnya kita belum mencapainya."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!