Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Kaltim ajak pemda kaji potensi lahan wujudkan ketahanan pangan

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 16:04 WIB | Oleh:
BI Kaltim ajak pemda kaji potensi lahan wujudkan ketahanan pangan Doc: Antara/ M Ghofar
Ket. Kepala BI Kaltim Budi Wudihartanto.

Samarinda - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) mengajak pemerintah daerah (pemda) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, melakukan pengkajian lahan dan potensi lokal untuk mewujudkan ketahanan pangan.

"Untuk mewujudkan ketahanan pangan baik dari beras dan lainnya, tidak harus membangunfood estate, karenafood estatemembutuhkan anggaran besar dan dengan hamparan lahan yang tentunya juga luas," kata Kepala KPw BI Provinsi Kaltim Budi Widihantono di Samarinda, Minggu.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan dari produk lokal, lanjutnya, pemda bisa menyesuaikan dan mengkaji lahan yang cocok ditanami komoditas tertentu, kemudian disesuaikan pula dengan sumber daya lokal masyarakat setempat, karena melalui ini biasanya tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah melalui intensifikasi lahan dengan mengoptimalkan potensi yang ada, seperti peningkatan kapasitas petani mulai dari pengolahan lahan, teknik pemeliharaan tanaman, penanganan hama, bahkan hingga penanganan pascapanen.

Ia mencontohkan tentang inovasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia Kaltim dalam peningkatan produktivitas padi baik di Samarinda maupun Kabupaten Berau, yakni penerapan lahan padi yang terintegrasi dengan peternakan, sehingga padi yang dihasilkan lebih tinggi dan berkualitas karena dikembangkan secara organik.

"Hal terpenting adalah mencari lahan yang cocok dan penerapannya perlu inovatif. Seperti yang kami terapkan dan pendampingan terhadap petani di Berau misalnya, sudah berhasil panen padi organik, di sana hasilnya bagus sehingga bisa diaplikasikan ke daerah lainyang cocok," kata Budi.

Dalam hal ini BI Kaltim, Pemkab Berau, dan kelompok tani di Berau sebelumnya telah sepakat mengembangkan klaster padi organik, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan budi daya padi organik, kini hasilnya pun sudah dirasakan masyarakat setempat.

Klaster padi yang dikembangkan dan telah panen tersebut seluas 281 hektare, berada di Kecamatan Teluk Bayur, Berau, dengan hasil panen antara 5-6 ton per hektare.

Ia menyatakan, pengembangan klaster ini merupakan bagian dari kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kaltim, untuk memperkuat pasokan pangan terutama dari beras, karena selama ini kebutuhan beras masih sering dipenuhi dari wilayah lain di luar Kaltim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

30 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.