Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Kembangkan Sumber Protein dari 'Nasi Daging Sapi'

📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Ilmuwan Kembangkan Sumber Protein dari 'Nasi Daging Sapi' Doc: ISTIMEWA
Ket. Korea Selatan

SEOUL - Para peneliti Korea Selatan baru-baru ini menanam sel daging sapi dalam butiran beras, yang menurut mereka merupakan langkah besar menuju sumber protein yang berkelanjutan, terjangkau, dan ramah lingkungan untuk menggantikan daging dari sapi ternak.

Dikutip dari The Straits Times, Hong Jin-kee dari Universitas Yonsei di Seoul, yang memimpin penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Matter bulan ini, mengatakan nasi daging sapi adalah produk pertama dari jenisnya. Ia menggunakan partikel biji-bijian sebagai dasar untuk mengolah otot hewan dan sel lemak.

Dalam penelitian tersebut, butiran beras diberi enzim untuk menciptakan lingkungan optimal bagi pertumbuhan sel, kemudian diinfus dengan sel sapi yang dibudidayakan untuk menghasilkan produk hibrida akhir, yang menyerupai butiran beras berwarna merah muda.

Nasi daging sapi mengandung sekitar 8 persen lebih banyak protein dan 7 persen lebih banyak lemak dibandingkan nasi konvensional. Hong mencatat 18 persen proteinnya berasal dari hewan, menjadikannya sumber yang kaya akan asam amino esensial.

Tim Yonsei bukanlah yang pertama mengerjakan produk daging yang dikembangkan di laboratorium. Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia telah meluncurkan daging hasil budi daya; salah satu yang terbaru melibatkan ayam dan belut nabati yang dibudidayakan dari bahan dasar kedelai, dipasarkan di Singapura.

Memiliki Keunggulan

Tim Hong mengatakan beras memiliki keunggulan dalam hal keamanan dibandingkan kedelai atau kacang-kacangan karena lebih sedikit orang yang alergi terhadap beras.

"Jika berhasil dikembangkan menjadi produk pangan, budi daya beras daging sapi dapat menjadi sumber protein berkelanjutan, khususnya di lingkungan di mana peternakan tradisional tidak dapat dilakukan," ujarnya.

"Dengan harga sekitar dua dollar AS per kilogram, dan dengan jejak karbon yang jauh lebih kecil dibandingkan produk daging sapi tradisional, nasi daging sapi budi daya dapat bersaing di toko bahan makanan," kata Hong.

Dia mengatakan tantangan tetap ada dari sudut pandang teknis dan dalam memenangkan pelanggan dengan rasa dan tekstur.

Restoran Keum Dong-kyu, yang baru-baru ini mencoba nasi daging sapi di restoran barbekyu Korea di Seoul, mengatakan idenya inovatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

14 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.