Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Taman Nasional Thailand Meluas hingga Lebih dari 1 Km

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Taman Nasional Thailand Meluas hingga Lebih dari 1 Km Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi kebakaran hutan.

CHIANG MAI - Kebakaran hutan yang menyebar dalam jarak jauh dan membentang hingga lebih dari 1 kilometer terjadi di kawasan Taman Nasional Doi Suthep-Pui, Distrik Mae Rim, Chiang Mai, Thailand, pada Minggu sore waktu setempat (10/3).

Insiden kebakaran hutan yang menyebar dari daerah datar hingga pegunungan tinggi tersebut mengharuskan helikopter menyemprotkan air dari udara dan pasukan pemadamkebakaran di darat mendukung upaya pemadaman api.

Personel dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand dikerahkan untuk mengambil air dari waduk Mae Yaen, kemudian terbang untuk memadamkan api dan membuat sekat api di gunung yang tinggi.

Dibutuhkan waktu hampir 3 jam untuk mengatasi kebakaran di areatersebut.

Kepala Taman Nasional Doi Suthep-Pui, Phupphichit Chuaybamrung,mengatakan bahwa personel harus tetap waspada di area tersebut karena khawatir api akan kembali berkobar. Seorang petugas pemadam kebakaran bahkan terluka akibatterpeleset dan jatuh.

Sementara itu, di Provinsi Chiang Mai, titik api terdeteksi di 122 lokasi yang tersebar di 13 distrik.

Tingkat polusi udara juga meningkat dengan tingkat partikel polusi (PM) 2,5 tercatat antara 51,2 hingga 64,2 mikrogram per meter kubik pada Minggu malam di pusat provinsi tersebut. Kondisi ituberdampak buruk pada kesehatan penduduk setempat.

Gubernur Chiang Mai, Nirat Pongsitthaworn,mengumumkan peningkatan imbalan bagi penangkapan pelaku pembakaran hutan menjadi 10.000 baht (Rp4,4 juta) per kasus.

Langkahitu dilakukan untuk mengurangi pembakaran ilegal dan mendorong warga untuk memantau serta merawat hutan di wilayah masing-masing hingga situasi membaik.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Patcharawat Wongsuwan turut menyerukan pertemuan badan-badan kehutanan dan 17 provinsi di wilayah utara Thailand untuk meningkatkan upaya penanganandan menyesuaikan strategi pemadaman kebakaran hutan.

Ia juga akan menegakkan kebijakan penutupan hutan dengan larangan untuk memasuki kawasan hutan konservasi dan cadangan nasional dengan langkah penegakan hukum yang tegas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.