Mekanisasi Inklusif Dorong Ketahanan Pangan Nasional
📅 Kamis, 07 Mar 2024, 17:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Istimewa.
JAKARTA-Sejumlah kalangan mendorong adanya mekanisasi pertanian berskala besar demi mendorong swasembada pangan. Hal itu termuat dalam diskusi yang digelar Agrina, media publikasi agribisnis terkemuka. Media itu baru saja menyelenggarakan seminar dan talk show bertajuk "Pertanian Modern: Meraih Peluang Pasar Mesin Pertanian di Indonesia".
Acara yang berkolaborasi dengan Prisma (program kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia untuk pertumbuhan pasar pertanian) tersebut dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk perwakilan perusahaan alsintan, petani, dan asosiasi. Seminar ini berfokus pada upaya membuat mekanisasi pertanian lebih inklusif bagi petani skala kecil.
"Mekanisasi pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan petani kecil dan memastikan terwujudnya ketahanan pangan nasional," kata Prof. Bungaran Saragih, Menteri Pertanian RI periode 2000 - 2004 sekaligus Ketua Dewan Redaksi Agrina dalam sambutannya membuka seminar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bungaran menekankan pentingnya praktik pertanian modern berkelanjutan dan potensi swasembada pangan melalui peran mekanisasi pertanian. Mekanisasi pertanian atau industri agrootomotif merupakan bagian dari subsistem agribisnis hulu yang harus berjalan secara silmutan dan harmonis untuk mendukung terwujudnya produksi pangan atau subsistem agribisnis on-farm (usaha tani).
Untuk mengembangkan adopsi mekanisasi pertanian yang lebih merata sesuai dengan kebutuhan nasional, Bungaran menyampaikan, perlunya dukungan berbagai stakeholder terkait, meliputi pemerintah, produsen dan distributor alsintan, lembaga pelatihan, hingga lembaga pembiayaan. Pasalnya, petani memiliki keterbatasan akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan permodalan.
Seminar menghadirkan pembicara yaitu Kepala Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Mekanisasi Pertanian (BSIP Mektan), Kementerian Pertanian, Agung Prabowo; Wakili Ketua Asosiasi Teknologi Tanpa Awak (ASTTA), Asha W. Saelan; dan Principal Business Consultant PRISMA, Nanang Widyanarko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agung Prabowo menjelaskan usaha pemerintah dalam mengembangkan alat dan mesin pertanian modern yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Adapun Asha W. Saelan memaparkan peluang dan tantangan teknologi pesawat nirawak (drone) di Indonesia. ASTTA bekerja sama dengan Prisma mengembangkan materi pelatihan penyemprotan lahan pertanian bagi operator drone.
Pada acara ini Prisma juga menunjukkan berbagai kegiatan dalam meningkatkan adopsi mekanisasi untuk membantu peningkatan pendapatan petani kecil di pedesaan. "Prisma berkomitmen untuk membantu petani skala kecil mengadopsi teknologi mekanisasi sehingga pendapatan mereka dapat ikut meningkat," ujar Nanang Widyanarko.
Ia menambahkan, strategi intervensi Prisma melalui fasilitasi pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar, peningkatan kapasitas pelaku pasar, dan memfasilitasi hubungan bisnis bagi perusahaan mesin.
Seminar juga menampilkan dua sesi talk show. Sesi pertama talk show mengangkat tema "Solusi di Luar Bantuan: Peran Vital Opsi Pendanaan dan Layanan Purnajual di Pasar Alsintan. Januar Ananta, Senior Business Consultant Prisma mendiskusikan skema pembiayaan swasta untuk ketersediaan mesin pertanian.
Narasumber berikutnya, Wahyu Adhi Nugroho dari Nanobank Syariah dan Syaifudin Zuhri dari UTSchool memaparkan peran kedua lembaga dalam mendukung pelaku pasar di sektor pertanian, utamanya melalui dukungan pembiayaan dan kemampuan memberikan layanan purnajual.
Sesi kedua talk show membahas pentingnya pengetahuan pasar sebelum memperluas operasi bisnis ke wilayah baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!