Para Pemimpin Tiongkok Tetapkan Target Pertumbuhan 5 Persen pada 2024
📅 Selasa, 05 Mar 2024, 08:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
BEIJING - Tiongkok pada hari Selasa (5/3) menetapkan target pertumbuhan sebesar lima persen, sejalan dengan PDB tahun lalu, namun masih jauh dari pertumbuhan dua digit yang selama bertahun-tahun mendorong negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini.
Setahun setelah pelantikan Presiden Xi Jinping untuk masa jabatan ketiga, tujuan dan anggaran tersebut akan dibahas setelah pembukaan pertemuan Kongres Rakyat Nasional (NPC), yang dimulai pada pukul 9 pagi waktu setempat.
NPC dibuka dengan membawakan lagu kebangsaan Tiongkok, dihadiri oleh para pemimpin tertinggi negara tersebut dan ribuan delegasi dari seluruh negeri.
Parlemen akan fokus pada serangkaian tantangan ekonomi dan keamanan selama konklaf yang berlangsung selama seminggu.
Urutan pertama adalah laporan kerja Perdana Menteri Li Qiang, yang mana ia secara resmi mengumumkan sasaran PDB (produk domestik bruto).
Sebaiknya Anda baca juga:
Parlemen juga akan menetapkan anggaran militer, yang menurut laporan yang dilihat AFP, akan meningkat sebesar 7,2 persen.
Tahun lalu, dengan pemberian masa jabatan lima tahun terakhirnya, Xi mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin Tiongkok paling kuat sejak Mao Zedong.
Namun 12 bulan kemudian, semua fokus akan tertuju pada kondisi perekonomian Tiongkok yang buruk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Negara ini terus bergulat dengan krisis sektor properti yang berkepanjangan, tingginya angka pengangguran di kalangan muda, dan perlambatan global yang berdampak buruk terhadap permintaan barang-barang Tiongkok.
Beijing selama bertahun-tahun enggan menghadapi tekanan-tekanan tersebut secara langsung dengan memberikan dana talangan (bailout) dalam jumlah besar, karena takut akan membebani kas negara yang rentan.
Analis tidak melihat alasan untuk berpikir bahwa hal itu akan segera berubah.
Polisi bersenjata dan personel keamanan ada di mana-mana di jalan-jalan Beijing minggu ini ketika ribuan delegasi turun ke ibu kota untuk menghadiri "Dua Sesi", sebuah pertemuan NPC dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) yang dikoreografikan dengan cermat selama seminggu.
Pertemuan minggu ini diperkirakan tidak akan menghasilkan dana talangan besar-besaran yang menurut para ahli diperlukan untuk mengembalikan perekonomian ke jalurnya.
Banyak keputusan penting yang diambil beberapa minggu sebelumnya, dalam pertemuan tertutup Partai Komunis, jauh dari sorotan media internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!