Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2 Tahun Invasi Russia ke Ukraina, Adakah Peluang Perdamaian Tahun Ini?

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
2 Tahun Invasi Russia ke Ukraina, Adakah Peluang Perdamaian Tahun Ini? Doc: The Conversation/Shutterstock/Tomas Ragina
Ket. Ilustrasi - Siluet tentara dengan latar belakang bendera Russia dan Ukraina.

Radityo Dharmaputra, Universitas Airlangga

Dua tahun sejak Rusia memulai invasi skala penuh di wilayah Ukraina, situasi perang belum banyak berubah. Media Politico dan Foreign Affairs melaporkan bahwa dalam 11 bulan terakhir, baik Rusia maupun Ukraina telah gagal merebut, atau merebut kembali, wilayah masing-masing.

Tercatat, hanya 500 mil persegi wilayah yang saling berubah penguasa, dengan Rusia berhasil menambah sekitar 200 mil persegi atau tidak sampai 1% dari total wilayah Ukraina.

Kondisi ini, walaupun terlihat berimbang, justru merugikan Ukraina. Minggu lalu, Rusia berhasil menguasai Avdiivka, kota kecil yang berbulan-bulan diperebutkan oleh kedua pasukan.

Mundurnya pasukan Ukraina dari Avdiivka, secara simbolik membuat negara-negara Barat yang mendukung Ukraina semakin kehilangan semangat untuk membela Ukraina, dan mendorong kembali narasi bahwa Ukraina harus segera kembali ke meja perundingan.

Barat mulai lelah mendukung Ukraina?

Dalam pidatonya di Munich Security Conference, bertepatan dengan mundurnya pasukan Ukraina dari Avdiivka, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebutkan "jangan tanyakan pada Ukraina kenapa perang masih berlanjut, tapi tanyakan pada dirimu sendiri mengapa Putin masih dibiarkan melanjutkan perang".

Pernyataan tersebut ditujukan pada banyak negara Barat, terutama Amerika Serikat (AS), yang mulai mengendorkan bantuannya pada Ukraina.

Di saat negara-negara Eropa memberikan bantuan sebesar 50 miliar Euro serta memperkuat solidaritas dengan Ukraina, bantuan pemerintah AS justru tertunda akibat adanya perselisihan internal antara kubu partai Republik dengan Demokrat.

Kondisi tersebut mendorong mantan Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, untuk mengatakan bahwa saat ini Rusia memegang momentum peperangan. Apalagi, calon kuat presiden dari Partai Republik, yakni mantan presiden Donald Trump, menolak pemberian bantuan lanjutan bagi Ukraina. Ia malah mengklaim bisa langsung menghentikan perang dalam waktu 24 jam, tanpa menjelaskan lebih detail bagaimana caranya. Pernyataan Trump tersebut langsung mendapat kritik dari Presiden Zelenskyy, yang khawatir bahwa kebijakan Trump justru akan merugikan warga Ukraina.

Di saat yang sama, negara-negara seperti Iran dan Korea Utara justru semakin gencar mendukung Rusia. Iran bahkan mengirimkan ratusan rudal balistik ke Rusia.

Sementara itu, Dinas Keamanan Ukraina dan intelijen AS menuduh Rusia menggunakan rudal dari Korea Utara, yang menjadi sinyal semakin dekatnya hubungan Rusia-Korea Utara sesudah pertemuan Putin dan Kim Jong-Un di Vostochny, Rusia, September lalu.

Kondisi politik domestik Rusia dan Ukraina

Perang yang terus berlangsung ini terjadi di tengah dinamika politik internal. Di Rusia, ada dua dinamika politik yang perlu menjadi catatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.