2 Tahun Invasi Russia ke Ukraina, Adakah Peluang Perdamaian Tahun Ini?
📅 Selasa, 27 Feb 2024, 11:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJika masyarakat global membiarkan perang ini terus terjadi dan membiarkan Rusia menang serta mengambil alih wilayah yang mereka kuasai, hal ini akan berpotensi menciptakan preseden bagi negara lain: negara kuat (secara militer) bisa mencaplok wilayah tetangganya, dan bahkan dilegitimasi oleh banyak pihak.
Walaupun peluangnya kecil, Indonesia sebetulnya bisa mengambil peran. Apalagi, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia telah mengapresiasi adanya proposal perdamaian dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Juni lalu. Walaupun ada banyak masalah dari proposal tersebut, minimal usulan proposal menunjukkan adanya niat berkontribusi positif.
Pemerintahan baru, yang kemungkinan besar akan dipimpin oleh Prabowo mulai Oktober ini, perlu menekankan bahwa kedaulatan negara (termasuk Ukraina), tidak boleh diganggu gugat.
Seperti di era Susilo Bambang Yudhoyono, Prabowo bersama menteri luar negerinya nanti perlu meniru langkah Menlu Marty Natalegawa yang menolak mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia saat Rusia mencaplok wilayah tersebut Maret 2014. Keberanian ini, kalau bisa dilakukan, akan menjadi titik baru yang membedakan kebijakan luar negeri Indonesia ke depan dengan era Presiden Joko "Jokowi" Widodo.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Radityo Dharmaputra, Lecturer in Russian and Eastern European Studies, Department of International Relations, Universitas Airlangga, Universitas Airlangga
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!