Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

2 Tahun Invasi Russia ke Ukraina, Adakah Peluang Perdamaian Tahun Ini?

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pertama, adanya upaya kudeta oleh Yevgeny Prigozhin dan kelompok Wagner pada Juni 2023. Upaya yang gagal dari Prigozhin tersebut, dan berujung pada meninggalnya Prigozhin dalam kecelakaan pesawat menguatkan posisi domestik Putin, karena publik serta tokoh oposisi akan semakin takut untuk melawan dominasi Putin.

Menguatnya posisi Putin ini merupakan titik balik dari demonstrasi besar pada 2021 yang mendukung lawan politik Putin saat itu, tokoh oposisi Aleksei Navalny. Meninggalnya Navalny tanggal 16 Februari lalu semakin menunjukkan bahwa Putin telah semakin kuat mencengkeram politik di Rusia, apalagi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Rusia pada 15-17 Maret mendatang.

Penguatan cengkeraman otoritarianisme Putin di Rusia berjalan bersamaan dengan dinamika politik di Ukraina. Awal Februari lalu, Zelenskyy mengganti komandan militer Ukraina, Valery Zaluzhny, dengan Jenderal Oleksandr Syrskyi. Bagi Zelenskyy, setelah kegagalan upaya serangan balik sepanjang tahun 2023, Ukraina membutuhkan penyegaran personil dan strategi.

Sayangnya, Zaluzhny adalah komandan perang yang sangat populer di antara personil militer, sehingga penggantiannya bisa menimbulkan banyak pertanyaan dari internal Ukraina serta membuat sekutu Ukraina di Barat mempertanyakan strategi Zelenskyy ke depan.

Peluang perdamaian tahun 2024

Tahun lalu, saya menulis bagaimana Rusia tidak akan berhenti menyerang dan Ukraina tidak akan berhenti bertahan dalam perang ini.

Saat ini, argumen tersebut tampaknya masih relevan. Di satu sisi, militer Rusia akan mengalami lonjakan moral akibat keberhasilan mereka mengambil Avdiivka. Selain itu, struktur ekonomi Rusia saat ini sangat didorong oleh invasi mereka di Ukraina. Rusia tidak bisa menang perang, namun juga tidak bisa membiarkan diri mereka kalah.

Satu-satunya yang memungkinkan perubahan adalah posisi politik Putin yang sudah aman. Meninggalnya lawan politik seperti Navalny, menyebabkan tidak ada lagi ancaman internal bagi Putin. Kondisi ini bisa menjadi pintu masuk bagi tawaran proses damai, termasuk berhentinya invasi, karena bisa jadi walaupun Rusia mundur, tidak ada penolakan dari masyarakat Rusia yang sudah sepenuhnya dikontrol oleh Putin.

Permasalahannya, Rusia tidak ingin wilayah Ukraina yang sudah mereka kuasai dikembalikan ke pemerintah Ukraina.

Dari sisi Ukraina, masyarakatnya jelas masih percaya bahwa Ukraina akan memenangkan pertempuran dengan Rusia. Berdasarkan survei terbaru Razumkov Centre, 85% masyarakat Ukraina percaya mereka akan menang. Namun, yang menarik, definisi kemenangan ini ternyata bervariasi dari kekalahan total pasukan Rusia, sampai pengembalian wilayah Ukraina seperti dua tahun lalu atau 10 tahun lalu sebelum aneksasi Krimea. Hanya 4% yang bisa menerima pencaplokan beberapa wilayah yang sudah diduduki oleh Rusia.

Sebagaimana saya sampaikan tahun lalu, Zelenskyy masih tidak memiliki pilihan, di tengah kemungkinan berkurangnya dukungan dari AS (apalagi bila Donald Trump terpilih lagi pada Pilpres AS 2024). Perdamaian, bagi Ukraina, hanya bisa berjalan bila Rusia berhenti menyerang dan mengembalikan wilayah yang mereka duduki.

Perlunya keberanian bersuara dari negara ketiga

Di tengah situasi mutually-hurting stalemate (situasi berimbang yang saling merugikan satu sama lain, karena tidak ada yang bisa maju maupun mundur) beberapa waktu lalu, sebetulnya ada peluang pihak ketiga untuk mulai menyuarakan perlunya diskusi awal potensi perdamaian. Namun, kemenangan Rusia di Avdiivka mengurangi potensi ini, karena pasukan Rusia akan semakin bersemangat. Tanpa dukungan maksimal dari negara-negara Barat, Ukraina akan semakin kesulitan mengimbangi serangan Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.