Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Ini yang Dilakukan KBRI Singapura untuk Tingkatkan Edukasi Pekerja Migran

📅 Senin, 26 Feb 2024, 07:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Ini yang Dilakukan KBRI Singapura untuk Tingkatkan Edukasi Pekerja Migran Doc: ANTARA.HO-KBRI Singapura
Ket. Suasana pemutaran film dokumenter berjudul Pilihan di Aula Nusantara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Minggu (25/2/2024).

Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)Singapura mengupayakan peningkatan literasi pekerja migran Indonesia di Singapura melalui pemutaran film dokumenter mengenai pekerja migran berjudul Pilihan.

"Film ini menyajikan pilihan-pilihan yang tersedia dengan segala konsekuensinya bagi kehidupan pekerja migran, sehingga baik sekali untuk menjadi pembelajaran," ujar atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Singapura, IGAK Satrya Wibawa dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Satrya yang juga pengajar film di Universitas Airlangga itu mengatakan penggunaan media film dokumenter sebagai kanal pembelajaran menjadi relevan pada era digital ini.

"Film dokumenter memberikan efek pembelajaran yang lebih nyata karena disampaikan oleh pelaku berdasarkan pengalaman nyata," ucapnya.

Staf teknis Ketenagakerjaan KBRI Singapura, Tantri Darmastuti, menyampaikan film dokumenter yang diproduksi oleh komunitas bernama Ruang Migran itu menjadi penting karena banyak kasus yang menimpa pekerja migran Indonesia akibat ketidaktahuan penggunaan media sosial secara bijak.

Produser filmyang merupakan aktivis dan wartawan, Noor Huda, menjelaskan bahwa dokumenter tersebut menceritakan kisah Listyowati dan Masyitoh, yakni dua pekerja migran di Singapura.

Listyowati asal Sendangkulon Jawa Tengah diceritakan berjuang dengan realitas pahit pernikahan. Mimpi-mimpinya tentang kehidupan yang lebih baik hancur oleh kekejaman suaminya, meninggalkannya kecewa dan merindukan tujuan hidup.

Perjalanannya berubah drastis ketika ia tersandung masalah kekejaman yang terjadi di Timur Tengah. Terkejut oleh penderitaan anak-anak yang tak bersalah, Listyowati merasa terdorong untuk bertindak. Namun, usahanya yang salah untuk mencari makna membawanya ke jalan berbahaya menuju ekstremisme, sehingga dia ditangkap oleh kepolisian.

SementaraMasyitoh berusaha menemukan dirinya dalam perjalanan menuju pendidikan dan kewirausahaan. Perjalanannya berubah secara drastisketika ia menemukan kekuatannya di perdagangan daring.

Melalui semangat baru untuk penjualan melalui internet, Masyitoh memberdayakan diri dan komunitasnya untuk mengejar kemandirian finansial.

Adapun pemutaran film dokumenter tersebut sejalan dengan tugas dan kewajiban KBRI Singapura dalam melayani dan melindungi warga negara Indonesia di Singapura, kata pihak KBRI Singapura dalam keterangannya.

Film tersebut akan didistribusikan ke kantong-kantong pekerja migran Indonesia di Singapura dan negara lainnya melalui kerja sama dengan BP2MI dan kementerian terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.