Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PTN Harus Sediakan Kuota SNBP Minimal 20 Persen

📅 Sabtu, 17 Feb 2024, 03:03 WIB | Oleh:
PTN Harus Sediakan Kuota SNBP Minimal 20 Persen Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri.

Perguruan tinggi negeri (PTN) mesti menerima mahasiswa baru lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dengan kuota minimal 20 persen.

JAKARTA - Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri, mengingatkan tiap perguruan tinggi negeri (PTN) mesti menerima mahasiswa baru lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sesuai aturan. Pihaknya menetapkan kuota minimal yaitu 20 persen.

"Ada standar minimal, kuota minimal khusus SNBP yaitu 20 persen," kata Ganefri dalam Sosialisasi Daring Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2024, Kamis (15/2).

Dia menyebut tiap PTN bisa jadi memiliki kuota berbeda untuk menerima mahasiswa melalui SNBP. Namun, yang pasti tidak kurang dari 20 persen. "Misal, prodi kedokteran kuotanya 100 orang, maka 20 orang minimum akan diterima melalui SNBP," jelas dia.

Sebagai informasi, SNBP merupakan seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri melalui nilai rapor.Masa pendaftaran SNBP berlangsung mulai 14 Februari hingga 28 Februari 2024.

Tambah Kuota

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Padjadjaran, Arief S. Kartasasmita, menyebut, pihaknya akan menerima 2.346 calon mahasiswa baru lewat jalur SNBP untuk prodi sarjana reguler dan aarjana terapan.

Menurutnya, pada tahun ini ada peningkatan sebesar 12,52 persen untuk jumlah kuota penerimaan mahasiswa pada SNBP untuk mengakomodasi calon-calon mahasiswa baru yang masuk dalam kriteria program keberpihakan Unpad.

"Kami memang tambah karena kami akan memberikan perhatian-perhatian khusus pada kalangan calon mahasiswa yang selama ini kurang mendapat perhatian di Unpad. Sebagai contoh difabel atau dari golongan masyarakat yang belum memiliki anggota keluarga yang pernah kuliah," katanya.

Dia menerangkan, total daya tampung keseluruhan Unpad pada SNPMB 2024 ialah 7.460. Total persentase daya tampung Unpad pada SNBP adalah sebesar 32,64 persen, selanjutnya SNBT 32,52 persen dan Jalur Mandiri 34,82 persen.

"Jadi sebetulnya rata-rata berimbang antara SNBP, SNBT, dan Mandiri. Ini juga sekaligus menjawab persepsi masyarakat bahwa Unpad ini mendulukan Mandiri," imbuhnya.

Arief menambahkan, ada perbedaan lain dalam mekanisme sistem SNPMB tahun ini. Sistem seleksi dan informasi kelulusan di SNPMB terintegrasi dengan sistem registrasi pada proses penerimaan mahasiswa baru Unpad, sehingga calon mahasiswa yang sudah dinyatakan diterima di SNBP maka tidak bisa mendaftar di Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) serta Jalur Mandiri Unpad.

"Jadi kalau (di SNBP) tidak diambil, maka dia seperti 'di-blacklist', baik oleh pemerintah maupun Unpad," tegasnya.KOruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.