Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penggunaan BOSP Diimbau Perhatikan Rapor Pendidikan

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Penggunaan BOSP Diimbau Perhatikan Rapor Pendidikan Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Ketua Tim Kerja Perencanaan, Evaluasi, dan Transformasi Digital, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah, Kemendikbudristek, Nandana Aditya Bhaswara, dalam Silaturahmi Merdeka Belajar secara daring, Kamis (15/2).

Kemendikbudristek mengimbau sekolah-sekolah agar menggunakan dana BOSP dengan memperhatikan rapor pendidikan yang memuat hasil asesmen nasional.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengimbau sekolah untuk menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan dengan memperhatikan rapor pendidikan. Adapun Rapor Pendidikan memuat hasil Asesmen Nasional (AN).

"Rapor Pendidikan itu dibuat sedemikian rupa untuk khusus sekolah. Setiap tahun ada AN yang ibaratnya medical check up-nya sekolah," ujar Ketua Tim Kerja Perencanaan, Evaluasi, dan Transformasi Digital, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah, Kemendikbudristek, Nandana Aditya Bhaswara, dalam Silaturahmi Merdeka Belajar secara daring, Kamis (15/2).

Dana menerangkan, Rapor Pendidikan menunjukkan hal-hal yang perlu ditingkatkan sekolah beserta rekomendasi kegiatannya. Data Rapor Pendidikan bisa juga disinkronisasikan dengan data di sekolah untuk pemanfaatan dana BOSP.

"Sehingga bisa dipilih mana kegiatan yang jadi prioritas. Mana yang dana paling kecil, tetapi dampaknya besar," jelasnya.

Penyaluran Cepat

Dana menyebut, penyaluran BOSP tahun 2024 memecahkan rekor penyaluran tercepat yang mana sampai awal Februari sudah mencapai 99 persen. Menurutnya, dengan penyaluran yang cepat, pemanfaatannya pun bisa lebih cepat.

Dia mengingatkan, ada prinsip-prinsip pelaksanaan dana BOSP yang harus diperhatikan. Adapun sejak tahun 2020, Kemendikbudristek sudah memberikan fleksibilitas penggunaan dana BOSP sesuai kebutuhan sekolah.

"Setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang butuhnya beli buku, pelatihan guru, ini disesuaikan dan dikomunikasikan juga dengan pihak-pihak di lingkungan sekolah," katanya.

Dana memastikan, terkait penyaluran cepat ini, pihaknya juga telah mengimbau agar sekolah melakukan perencanaan pada tahun sebelumnya. Hal ini untuk memastikan dana BOSP bisa segera dimanfaatkan sekolah.

"Jadi jangan sampai menerima uang baru merencanakan," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.