Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Saya ingin Pulang ke Rumah': Penyesalan Tentara Bayaran Nepal yang Berperang untuk Rusia di Ukraina

📅 Senin, 12 Feb 2024, 07:11 WIB | Oleh:

Para rekrutan mengatakan, mereka hampir tidak menerima pelatihan apa pun sebelum dikirim untuk berperang. Meskipun para penyelundup manusia telah meyakinkan warga sipil ini untuk mendapatkan program pelatihan penuh selama tiga bulan, mereka menerima latihan tempur kurang dari sebulan di wilayah Rostov di barat daya Rusia yang berbatasan dengan Ukraina. "Saya hanya melihat senjata dari kejauhan, saya belum pernah memegangnya sebelumnya," kata Chettri.

Tentara lainnya, Ratna Karki, 34 tahun, terluka dalam pertempuran dan saat ini dirawat di rumah sakit. Menurut Karki, petugas di unitnya kebanyakan mengirimkan pejuang Nepal, Tajikistan, dan Afghanistan ke garis depan. "Rusia baru saja memerintahkan kami dari belakang. Kami seperti tameng mereka," katanya.

Sebelum Bhandari ditugaskan ke batalionnya, dia mengira akan menjadi bagian dari pasukan cadangan Rusia karena dia tidak memiliki keterampilan perang apa pun. "Mereka (komandan Rusia) bahkan menyuruh kami pergi dan menginspeksi wilayah musuh yang sangat membahayakan," kata Bhandari.

"Saya telah membunuh begitu banyak orang, kalau tidak mereka akan membunuh saya," katanya.

"Kita harus siaga, bisa kapan saja, siang atau malam. Saat mereka memberi perintah, kita harus pergi ke medan pertempuran," kata Chettri.

"Terkadang kami harus menghabiskan sepanjang malam di bunker."

Berbeda dengan Bhandari yang ditahan saat mencoba melarikan diri, Ram Chandra Shrestha cukup beruntung bisa lolos.

Shrestha, mantan tentara Angkatan Darat Nepal, dan tiga temannya masing-masing membayar 2.000 dolar AS kepada penyelundup manusia untuk keluar dari Ukraina dan melintasi perbatasan ke Rusia. Dia kemudian mencapai Moskow dan melakukan perjalanan ke Kathmandu melalui New Delhi pada bulan Desember. "Banyak lagi yang mencoba melarikan diri, namun gagal. Sekarang Rusia juga memperketat kewaspadaan mereka, sehingga sangat sulit untuk melarikan diri," kata Shrestha.

Horor

Tiga bulan setelah perang, Bhandari belum dibayar satu kali pun, sementara Chettri hanya menerima kurang dari setengah dari apa yang dijanjikan.

Para pejuang Nepal dan keluarga mereka mendesak pemerintah mereka untuk turun tangan, sehingga para anggota baru tersebut dapat kembali ke negara mereka.

"Kami berkomunikasi secara teratur dengan pemerintah Rusia, dan telah meminta mereka untuk memberikan daftar nama orang Nepal yang direkrut, untuk memulangkan mereka dan segera mengirim jenazah." Amrit Bahadur Rai, juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada Al Jazeera.

"Kami juga mendesak mereka untuk memberikan santunan kepada keluarga almarhum".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.