Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Saya ingin Pulang ke Rumah': Penyesalan Tentara Bayaran Nepal yang Berperang untuk Rusia di Ukraina

📅 Senin, 12 Feb 2024, 07:11 WIB | Oleh:

Dalam beberapa menit, dia mendapat pesan langsung dari agen dengan rincian kontak. Agen tersebut meminta bayaran 9.000 dolar AS dan menjanjikan gaji sekitar 3.000 dolar AS per bulan, beserta fasilitas dan bonus, serta kewarganegaraan Rusia untuk Chettri dan keluarganya.

Bagi seorang pengangguran, hal ini tampak seperti tiket menuju kehidupan yang lebih baik. Chettri menerima tawaran itu dan empat hari kemudian, dia mendapatkan visa turis Rusia dan tiket ke Moskow melalui Dubai yang dipesan untuk 21 Oktober 2023.

Itu adalah penerbangan pertama Chettri ke luar negeri. "Agen tersebut meminta saya untuk meneleponnya jika saya memiliki masalah di imigrasi. Otoritas imigrasi menghentikan saya untuk sementara waktu, tetapi segera melepaskan saya setelah saya menelepon agen saya," kata Chettri kepada Al Jazeera di Ostrykivka, sebuah desa dekat Tokmak.

Bhandari, yang ditawari kesepakatan serupa, terbang ke Rusia pada 19 Oktober. Dia pernah tinggal di Kuwait selama enam tahun sebelumnya tetapi tidak pernah berhasil menabung cukup uang untuk mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan. Pendapatannya digunakan untuk membayar bunga pinjaman yang dia ambil untuk pergi ke Kuwait.

Karena frustrasi, dia kembali ke Nepal dan bekerja sebagai sopir truk ketika ada kesempatan untuk berperang demi Rusia. "Kondisi ekonomi keluarga saya sangat memprihatinkan, jadi saya pikir ini akan menjadi terobosan yang baik" kata Bhandari.

Dia juga terhubung dengan para agen penyelundup melalui TikTok. Mereka menjalankan travel perjalanan di depan kedutaan Rusia di Kathmandu. Dalam perjalanannya ke Moskow melalui Dubai, Bhandari mengatakan, dia bertemu dengan hampir 30 warga Nepal yang menunggu untuk naik pesawat ke Rusia, beberapa di antaranya melakukan perjalanan dari Kathmandu, sementara yang lain adalah pekerja migran Nepal yang sudah berada di Timur Tengah.

Ketika mendarat di Moskow dia diterima oleh agen lokal, juga warga Nepal. "Saya diarahkan oleh agen Kathmandu untuk memberinya 1.200 dolar AS pada saat kedatangan. Dia mengantar saya ke toilet di bandara, dan saya memberinya uang," kata Bhandari.

Dia kemudian diturunkan di kamp perekrutan di mana dia menandatangani kontrak satu tahun untuk berperang sebagai tentara.

Seperti Bhandari, Bharat Shah yang berusia 36 tahun tidak dapat menolak tawaran tersebut. Di Nepal, ia bekerja sebagai polisi lalu lintas sebelum berangkat ke Dubai, di mana ia mendapat penghasilan 2.400 dirham (650 dolar AS) sebulan. Jadi dia langung setuju ketika ada tawaran 3.000 dolar AS sebulan untuk berperang demi Rusia.

"Saya berkali-kali mengatakan kepadanya untuk tidak pergi ke Rusia. Dia mengatakan ini adalah kesempatan besar untuk menghasilkan lebih banyak uang dan kemudian menetap di sana bersama keluarganya," ungkap ayahShah, Kul Bahadur Shah kepada Al Jazeera melalui telepon dari Kailali, Nepal barat.

Awalnya, "peluang" itu tampaknya membuahkan hasil. Shah mengirim kembali 250.000 rupee Nepal (sekitar 1.900 dolar AS), setelah pergi ke Rusia.

Namun dia terbunuh dalam pertempuran pada tanggal 26 November. Di rumah, istrinya kini harus sendirian merawat putra mereka yang berusia empat tahun dan seorang putri berusia dua bulan yang tidak pernah dilihatnya.

'Kami seperti tameng mereka'

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.