Rumah Singgah Dukung Pemerataan Pelayanan Kesehatan
📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-MPR
Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat mengatakan keberadaan rumah singgah dalam rangkaian rangkaian pelayanan, khususnya penderita kankerbisa menjadi unsur pendukung bagi pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Dia mengatakan upaya untuk memperkecil jarak pada pelayanan kesehatan, termasuk bagi penderita kanker harus diwujudkan. Sehingga menurutnya kerja sama pemerintah dan swasta serta komitmen negara yang kuat sangat dibutuhkan dalam pemerataan akses layanan kesehatan melalui pemenuhan penunjang.
"Bagaimana kita dihadapkan pada situasi munculnya ketimpangan akses pelayanan yang menjadi hambatan dalam proses pengobatan kanker," kata Lestari dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut dia ketimpangan akses pelayanan itu diakibatkan keterbatasan rumah sakit dengan fasilitas yang memadai bagi penderita kanker.
Berdasarkan catatan yang dia dapatkan, di Indonesia hanya terdapat 714 unit rumah sakit (RS) dengan sarana kemoterapi, 507 unit RS dengan onkologi board, dan 35 RS dengan sarana radioterapi.
Data tersebut, menurut dia, belum termasuk fasilitas lain yang memenuhi prasyarat standar pelayanan minimal dalam bidang kesehatan seperti rumah singgah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, dia mengatakan perlu ada desakan kepada pemangku kebijakan untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi penderita kanker melalui ketersediaan rumah singgah yang terjangkau merupakan hal yang sangat penting.
Pasalnya walaupun angka kasus kanker dianggap kecil, menurutnya tingkat kesembuhannya masih rendah meski sudah ada bantuan dan juga tertangani oleh BPJS Kesehatan.
Selain itu, menurut dia, beban masyarakat bukan sekadar biaya pengobatan saja, melainkan juga soal keterjangkauan. Dia menilai kehadiran rumah singgah yang terjangkau bagi penderita kanker di setiap layanan kesehatan sangat membantu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Legislator dari Daerah Pemilihan II Jawa Tengah itu mengatakan "close the care gap" sebagai satu semangat pada peringatan Hari Kanker Sedunia untuk memperbaiki mutu layanan kesehatan itu, harus direalisasikan segera melalui upaya memberikan tantangan kepada mereka yang berkuasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!