Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tuduhan Tak Terbukti, India Lepaskan Merpati 'Mata-mata Tiongkok'

📅 Sabtu, 03 Feb 2024, 11:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tuduhan Tak Terbukti, India Lepaskan Merpati 'Mata-mata Tiongkok' Doc: AP/Hindustan Times /Anshuman Poyrekar
Ket. Seekor merpati yang ditangkap delapan bulan lalu di dekat pelabuhan karena dicurigai sebagai mata-mata Tiongkok, dilepaskan di rumah sakit hewan di Mumbai, India pada 30 Januari 2024.

NEW DELHI - Seekor merpati yang ditahan polisi India selama delapan bulan akhirnya dilepaskan setelah dinyatakan bersih dari dugaan digunakan sebagai mata-mata Tiongkok.

Burung itu ditangkap di sebuah pelabuhan di Mumbai dengan "pesan yang ditulis dalam tulisan mirip Tiongkok" di sayapnya, demikian yang dilaporkan surat kabar Times of India.

"Awalnya, polisi memasukkan burung tersebut dalam kasus mata-mata, namun setelah menyelesaikan penyelidikan, mereka membatalkan tuduhan tersebut," tambah laporan itu.

Burung yang tidak disebutkan namanya itu disimpan di rumah sakit kota, sementara polisi melakukan penyelidikan.

Penyelidikan memakan waktu "delapan bulan yang mencengangkan", kata kantor Masyarakat untuk Perlakuan Etis terhadap Hewan (PETA) di India dalam pernyataannya pada Kamis (1/2).

PETA India mengatakan polisi telah memberikan "izin resmi kepada rumah sakit untuk melepaskan merpati" pada Rabu.

Laporan media lokal mengatakan burung itu terbang dalam keadaan sehat.

Kasus merpati ini merupakan kasus terbaru, setelah beberapa orang ditahan pihak berwenang India karena dicurigai melakukan aksi spionase.

Petugas keamanan perbatasan menahan seekor merpati pada 2016 setelah hewan itu ditemukan membawa pesan ancaman kepada Perdana Menteri Narendra Modi di dekat perbatasan India dengan musuh bebuyutannya, Pakistan.

Merpati lain ditahan di bawah penjagaan bersenjata pada 2010 setelah ditemukan di wilayah yang sama dengan cincin di sekitar kakinya dan nomor telepon serta alamat Pakistan tertera di tubuhnya dengan tinta merah.

Para pejabat dalam kasus tersebut memerintahkan agar tidak seorang pun diizinkan mengunjungi merpati tersebut, yang menurut polisi mungkin sedang menjalankan "misi khusus untuk memata-matai".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.