Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Microsoft Akan PHK 1.900 Karyawan

📅 Senin, 29 Jan 2024, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Microsoft Akan PHK 1.900 Karyawan Doc: ANTARA/REUTERS/Rami Amichay
Ket. Logo Microsoft di bagian luar kantor mereka di Herzliya, dekat Tel Aviv, Israel 27 Desember 2022.

JAKARTA - Microsoft akan memberhentikan 1.900 karyawan di Activision Blizzard dan Xbox minggu ini. Kebijakan tersebut merupakan pengurangan terbaru di sektor teknologi yang telah memperpanjang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran selama beberapa tahun terakhir hingga tahun 2024, demikian diumumkan pada Kamis (25/1).

Seperti dikutip dari Antara, Senin (29/1), pemotongan tersebut mewakili sekitar 8 persen dari keseluruhan divisi Microsoft Gaming dan sebagian besar akan terjadi di Activision Blizzard.

Presiden Blizzard Mike Ybarra dan Chief Design Officer Allen Adham juga akan meninggalkan perusahaan, sementara game survival Blizzard yang diumumkan sebelumnya telah dibatalkan, kata Microsoft.

Berita ini muncul beberapa bulan setelah Microsoft menyelesaikan kesepakatan senilai 69 miliar dollar AS (1,08 kuadriliun rupiah) untuk Activision Blizzard, meningkatkan pengaruhnya di pasar video game dengan judul-judul terlaris, termasuk "Call of Duty", untuk bersaing lebih baik dengan pemimpin industri Sony.

"Pengumuman Microsoft bahwa mereka akan memberhentikan 1.900 pekerja video game memperjelas bahwa, bahkan ketika Anda bekerja di perusahaan sukses dalam industri yang sangat menguntungkan, penghidupan Anda tidak akan terlindungi tanpa suara dalam pekerjaan," kata Communications Workers of America (CWA)

"Kami akan terus mendukung para pekerja di Microsoft dan seluruh industri video game yang ingin memiliki suara serikat pekerja dalam pekerjaan mereka," tambahnya.

Beberapa perusahaan besar lainnya seperti Alphabet, Amazon.com dan ebay juga telah memberhentikan ribuan stafnya dalam beberapa pekan terakhir untuk menurunkan biaya dan meningkatkan profitabilitas.

Secara keseluruhan, lebih dari 21.000 pekerja telah dipecat di 76 perusahaan teknologi pada bulan Januari, menurut situs pelacakan Layoffs.fyi.

Sektor teknologi kehilangan 168.032 pekerjaan pada tahun 2023 dan menyumbang jumlah PHK tertinggi di seluruh industri, menurut laporan Challenger, Gray dan Christmas awal bulan ini. Itu termasuk lebih dari 10.000 pemangkasan di Microsoft.

Para analis dan pakar industri memperkirakan akan lebih sedikit PHK pada tahun ini, karena perusahaan-perusahaan yang berlomba mengejar ketertinggalan di sektor kecerdasan buatan (AI) kemungkinan besar akan melakukan perampingan untuk mengimbangi miliaran dolar yang mereka keluarkan untuk teknologi tersebut.

The Verge adalah orang pertama yang melaporkan berita tentang PHK terbaru yang dilakukan Microsoft. Demikian disiarkan Reuters, Jumat (26/1) waktu setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.