Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Berpotensi Gerus Tenaga Kerja

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 06:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AI Berpotensi Gerus Tenaga Kerja Doc: istimewa

Sektor Ketenagakerjaan

JAKARTA – Peme­rintah jangan terlambat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul agar tidak tergerus kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini mulai memangkas lapangan kerja kaum muda secara signi­fikan.

Kondisi ini berangkat dari fenomena di Korea Selatan (Korsel), Bank of Korea (BoK) dalam laporan 18 Agustus 2026 mencatat sebanyak 285 ribu la­pangan kerja pemuda hilang dalam empat tahun terakhir. Dari jumlah itu, 94 persen atau 268.000 posisi berada di sektor-sektor dengan tingkat paparan AI tinggi.

Data BOK yang mengutip catatan National Pension Ser­vice (NPS) Korsel dan survei penduduk aktif secara eko­nomi itu menjadi sinyal kuat bagi Indonesia.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dipo­negoro (Undip) Semarang, Es­ther Sri Astuti menilai perkem­bangan AI akan menciptakan dua kutub sekaligus. Di satu sisi, jenis pekerjaan hilang, di tepian lain ada pekerjaan baru muncul.

Karena itu, menurut Esther, tenaga kerja Indonesia harus segera dipersiapkan. Skill, pe­ngetahuan, dan penguasaan teknologi menjadi kunci agar bisa diterima di pasar kerja yang terus berubah.

Dia melihat ada tiga risi­ko besar dari adopsi AI yang masif. Pertama, pekerjaan ad­ministratif, entri data, layanan pelanggan dasar, hingga pem­rograman tingkat dasar kian digantikan sistem otomati­sasi. Kedua, rekrutmen tingkat pemula atau entry-level ikut berkurang karena tugas awal mereka kerap diambil alih tek­nologi.

Ketiga, perusahaan yang berhasil menskalakan AI dapat meningkatkan produk­tivitas tanpa menam­bah banyak pegawai. “Kondisi ini berpotensi memicu jurang ketim­pangan di pasar tenaga kerja,” ucap Esther, Ka­mis (20/8).

Untuk itu, Esther mendo­rong strategi peningkatan ke­terampilan atau upskilling. Kaum muda perlu belajar mengoperasikan perangkat AI untuk menunjang pekerjaan harian agar menjadi nilai tam­bah.

Di sisi lain, kemampuan ko­munikasi, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional juga ha­rus diasah karena hal-hal itu tidak bisa ditiru mesin. Selain itu, tenaga kerja harus siap ber­adaptasi dengan perubahan tren teknologi yang bergerak cepat agar tidak tertinggal.

Peneliti Ekonomi Core, Yu­suf Rendi Manilet menilai pe­kerjaan entry level yang biasa­nya menjadi pintu masuk karier pemuda berpotensi pa­ling terdampak. “Kalau melihat Korsel, ada sinyal penting bagi Indonesia. Penurunan pekerja­an anak muda banyak terjadi di sektor yang memiliki paparan AI tinggi, seperti pemrograman dan jasa profesional. Pekerjaan dasar seperti pengolahan data sederhana dan penulisan do­kumen yang biasanya menjadi pintu masuk pekerja muda se­makin mudah diotomatisasi,” jelas Yusuf.

Menariknya, di sektor yang sama pekerja usia lima pu­luhan justru bertambah karena dinilai lebih mampu menggu­nakan AI untuk meningkatkan produktivitas.

Yusuf menjelaskan struktur ekonomi Indonesia memang berbeda dengan Korsel. Peng­angguran usia muda di Indo­nesia masih jauh lebih tinggi dari angka nasional, sementara proporsi lulusan perguruan tinggi di antara penganggur juga meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
ASEAN

Pemimpin Myanmar akan Kunjungi Malaysia

40 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Pemimpin Myanmar akan Kunju...
Luar Negeri
Jepang Usir Kapal Survei Ti...

Blok M Terus Dibenahi Terutama Empat Bidang Berikut

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Blok M Terus Dibenahi Terut...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.