Petani Suriah Pilih Tinggalkan Lahan Pertanian untuk Pekerjaan Tetap
📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim PenulisPara petani mengatakan kepadaAFPbahwa mereka kesulitan membayar benih dan pupuk, dan beberapa di antara mereka beralih ke panel surya untuk membantu menyalakan pompa air.
Leila Sarukhan, seorang pejabat di pemerintahan Kurdi, mengakui bahwa faktor-faktor seperti kekeringan dan kenaikan biaya telah menyebabkan penurunan sektor pertanian. "Perubahan iklim berdampak pada curah hujan, sementara penggurunan meluas di timur laut Suriah," kata dia kepadaAFPseraya menambahkan: "Ini adalah faktor yang berbahaya bagi pertanian."
Kembali ke Provinsi Raqa, petani Adnan Ibrahim mengatakan anak-anaknya telah meninggalkan pertanian dan bergabung dengan dinas keamanan Kurdi untuk mendapatkan gaji tetap. Dia menunjuk pada peralatan pertanian yang tidak digunakan di dekat rumah, dan menyesali dampak perubahan iklim serta kenaikan harga.
Namun pria berusia 56 tahun ini juga mengatakan bahwa momok konflik yang selalu ada mempengaruhi keputusan anak-anaknya. "Kami takut mengolah tanah kami," kata dia. "Perang bisa pecah kapan saja dan pesawat tempur bisa mengebom tanah kami. Jadi, memiliki pekerjaan tetap adalah lebih baik." AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!