Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemandian Air Panas dari Zaman Kuno

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Pemandian Air Panas dari Zaman Kuno Doc: istimewa

Candi Ngempon hampir mirip dengan Candi Songgoriti di Kota Batu. Keduanya memiliki petirtaan berupa pemandian air panas. Selama ini pemandian ini berfungsi sebagai tempat mandi khusus keluarga raja atau bangsawan di samping sebagai tempat pengambilan air suci untuk upacara keagamaan.

Pemandian Air Panas Derekan atau yang juga dinamakan Petirtaan Kuno Derekan bisa dibilang satu paket dengan Candi Ngempon. Untuk masuk ke situs Candi Ngempon harus melewati tempat ini lalu menyeberang Kali Kedungdowo. Jaraknya hanya sekitar 100 meter melewati jalan setapak.

Berbeda dengan Candi Ngempon, lokasi Petirtaan Kuno Derekan berada di Desa Derekan, Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Saat ini pemandian air panas ini telah menjadi cagar budaya sehingga keberadaannya harus dilindungi oleh pemerintah.

Petirtaan Kuno Derekan menawarkan suasana desa yang hijau, menyegarkan, dan menyenangkan. Tempat ini menyediakan kolam air panas sebagai tempat berendam dengan harga yang murah meriah. Kandungan belerangnya di petirtaan ini dipercaya dapat menyembuhkan dari berbagai penyakit kulit.

Kolam utamanya yang memiliki nilai sejarah berada di bawah. Ukurannya 5.9 meter, lebar 5.1 meter, dan kedalaman 1.5 meter. Kolam ini berwarna kuning sehingga tidak cocok lagi untuk mandi dan berendam.

Sama dengan usia Candi Ngempon, kolam ini diperkirakan dibangun pada abad VIII-IX M pada zaman Mataram kuno yang memiliki latar belakang agama Hindu. Di sini petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menemukan arca Siwa di bagian dalam petirtaan serta arca sepasang gajah mengapit undak-undakan batu menuju ke dalam petirtaan.

Untuk pemandian umum, dibangun pemandian yang terbagi dari pria dan perempuan yang dipisah oleh dinding. Tiket untuk mandi sepuasnya dibanderol 5.000 rupiah dengan waktu buka dari pukul 06.00 hingga 24.00 WIB. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.