Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelompok Etnis Kachin Kuasai Kamp Militer di Shan

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelompok Etnis Kachin Kuasai Kamp Militer di Shan Doc: AFP
Ket. Pasukan Etnis | Sejumlah anggota pasukan etnis bersenjata di Myanmar sedang berpatroli dekat Kota Namhsan di Negara Bagian Shan utara beberapa waktu lalu. Pada Kamis (25/1) lalu dilaporkan bahwa kelompok etnis bersenjata Kachin telah merebut kamp militer milik junta di Negara Bagian Shan. 

YANGON - Kelompok etnis bersenjata Kachin telah merebut kamp militer milik junta di Negara Bagian Shan, Myanmar utara, kata penduduk dan kelompok etnis itu pada Kamis (25/1). Keberhasilan merebut kamp militer itu berarti mengakhiri pertempuran berbulan-bulan untuk menguasai jalur perdagangan utama dengan Tiongkok.

Hilangnya kamp militer tersebut berarti bahwa kelompok etnis bersenjata kini menguasai seluruh rute perdagangan sepanjang 130 kilometer dari Kota Muse di perbatasan dengan Tiongkok ke Hseni, yang terletak sekitar 50 kilometer utara kota terbesar di Negara Bagian Shan di utara, Lashio.

Ini juga merupakan kemunduran terbaru bagi junta militer Myanmar sejak serangan aliansi kelompok etnis pada akhir Oktober yang menyebabkan aliansi itu bisa merebut 15 kota di Negara Bagian Shan utara, menguasai lebih dari 200 kamp militer, dan memaksa penyerahan sebanyak 4.000 tentara junta.

"Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) mengambil alih kamp tersebut pada Rabu (24/1) malam setelah awalnya menguasai Kota Nam Hpat Kar pada 17 Januari lalu," kata juru bicara KIA, Kolonel Naw Bu.

Seorang warga Nam Hpat Kar mengatakan bahwa tentara KIA memasuki kompleks militer pada Rabu dan serangan itu menyebabkan pasukan junta melarikan diri ke kota terdekat, Tarmoenye.

Seorang mantan perwira militer, yang kini bekerja sebagai komentator isu militer dan politik di Myanmar, mengatakan bahwa perebutan kamp militer di Nam Hpat Kar merupakan bukti semakin lemahnya kekuatan junta di wilayah tersebut.

Dalam lima bulan pertempuran antara kelompok etnis bersenjata dan tentara junta di Nam Hpat Kar, lebih dari 50 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas, menurut warga.

Putuskan Hubungan

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu dari Negara Bagian Kayin di Myanmar tenggara dilaporkan bahwa Pasukan Penjaga Perbatasan Kayin telah memutuskan hubungan dengan junta yang berkuasa. Keputusan komandan Pasukan Penjaga Perbatasan di Negara Bagian Kayin ini telah memberikan pukulan telak terhadap kekuatan rezim militer dan melemahkan pengaruhnya terhadap kelompok etnis di negara tersebut, kata para pengamat pada Kamis.

Awal bulan ini, Kolonel Saw Chit Thu, seorang etnis Karen yang merupakan mantan pemimpin pemberontak Tentara Buddha Karen Demokrat, mengatakan Pasukan Penjaga Perbatasan (BGF) yang berafiliasi dengan junta tidak akan lagi bertanggung jawab kepada junta. Kolonel Saw juga memproklamirkan netralitas BGF dalam perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan junta.

Pengamat dan analis politik mengatakan bahwa perpecahan tersebut penting karena mengurangi kekuatan militer dan pengaruh junta terhadap kelompok etnis minoritas, yang sebagian besar telah melawan rezim dalam tiga tahun sejak mereka merebut kekuasaan melalui kudeta.

Penarikan dukungan BGF terjadi setelah Kolonel Saw menarik sekitar 300 tentara BGF dari pangkalan militer yang digunakan bersama dengan pasukan junta di dekat perbatasan dengan Thailand.

Dalam keterangannya, Kolonel Saw mengatakan anggota BGF tidak ingin lagi melawan rakyatnya sendiri.

"Sudah 30 tahun masyarakat Karen saling berperang dan membunuh. Jika kami terus menerima dukungan dari Tatmadaw (militer Myanmar), kami harus terus menjalankan tugas tentara di bawah arahan mereka," kata Kolonel Saw.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
New Zealand Bidik Posisi da...
Luar Negeri
Yaman Dikepung Wabah DBD, 3...

Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun ke-101

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Eks PM Malaysia Mahathir Mo...

Sudan Membara, Uni Afrika Serukan Gencatan Senjata

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Sudan Membara, Uni Afrika S...
Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.