Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Candi Ngempon, Tempat Para Resi Menimba Ilmu

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Candi Ngempon,  Tempat Para Resi Menimba Ilmu Doc: Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tenga

Sejak pertama kali ditemukan, Candi Ngempon hanya dibiarkan begitu saja. Setelah dipugar, candi yang berada berada di tengah persawahan ini kini sudah bisa didatangi untuk menceritakan masa lalunya kepada generasi sekarang.

K

etika sedang menggarap ladangnya, cangkul Kasri menghantam batu cukup besar yang terkubur di dalam tanah berukuran 40 meter persegi. Ia menyingkirkan batu itu lalu melanjutkan kegiatannya, namun lagi-lagi cangkulnya menyentuh batu yang berukuran hampir sama.

Tanpa kenal lelah ia terus menggali. Pada peristiwa yang terjadi pada 1952 itu, cangkulnya juga menghantam arca. Apa yang ditemukan Kasri ternyata merupakan candi yang terkubur. Setelah diekskavasi, ada sepuluh buah patung antara lain arca Durga, Ganesha, Kinara Kinari, dan Nandi.

Arca-arca tersebut berukuran satu meteran. Ditemukan juga pagar keliling dan bangunan pintu gerbang yang berupa reruntuhan batu lepas, sisa reruntuhan. Setelah dibiarkan cukup lama, reruntuhan candi tersebut kemudian dilakukan pemugaran antara 2006 hingga 2009.

Setelah pemugaran kini di tersebut sudah mudah untuk diamati. Di sini wisatawan dapat melemparkan imajinasinya ke masa lalu, pada era zaman Mataram kuno waktu ketika candi ini diperkirakan dibangun.

Menurut laman Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, luas Candi Ngempon, demikian candi itu dinamai, mencapai 2.250 meter persegi. Letaknya berada di tengah lahan persawahan, Dusun Ngempon, Desa Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Candi yang kemudian diberi nama Candi Ngempon sesuai nama desa tersebut.

Penamaan "Ngempon" untuk desa tersebut memiliki berbagai versi. Salah satunya adalah versi yang mengatakan bahwa candi ini berasal dari kata empu atauempon-empon. Sebab dulunya banyak resi atau empu Hindu yang berada di sini. Candi ini juga diduga menjadi tempat bagi para brahmana untuk meningkatkan spiritualitas diri.

Di Desa Ngempon, konon dulunya merupakan pusat penggemblengan para kasta brahmana untuk dididik sebagai mpu atau empu, baik di bidang, olah kanuragan, sastra budaya maupun kerohanian dan lainnya.

Secara toponimi atau cabang onomastika yang menyelidiki nama tempat masyarakat, candi ini diperkirakan memiliki tradisi tertentu. Mereka meyakini menjadi tempat untuk pendidikan para empu tempat seseorang bisa mencapai kasta brahmana. Itulah yang mendasari nama dusun dan desa itu dengan nama nama Ngempon.

Nama Ngempon sendiri sudah ada sejak lama sebelum candi ditemukan oleh Kasri pada 1952. Namun demikian masih ada kemungkinan lain yang tentang penamaan dusun/desa tersebut, karena banyak pendapat bermunculan.

Laman BPCB tersebut menyatakan, latar belakang sejarah pembangunan Candi Ngempon yang berada pada ketinggian 350 meter di atas permukaan laut (mdpl) belum dapat diketahui secara pasti. Namun berdasarkan ciri arsitektur bangunannya, Candi Ngempon dibangun pada abad VIII-IX M pada zaman Mataram kuno yang memiliki latar belakang agama Hindu.

Pendapat itu berdasarkan arsitektur dan ragam hias yang ada pada candi seumuran yaitu kompleks Candi Gedong Songo yang masih berada di Kabupaten Semarang, tepatnya berada di kaki Gunung Ungaran sisi selatan.

Bahkan Candi Ngempon dianggap pula sebagai replika dari Candi Gedong Songo sebab bentuk, arsitektur, dan pola yang serupa, meski belum diketahui di antara keduanya mana yang lebih dahulu dibangun. Jarak kedua candi yang hanya berjarak 16 kilometer semakin menguatkan kemungkinan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.