Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Candi Ngempon, Tempat Para Resi Menimba Ilmu

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pusat Kosmologi

Candi Ngempon terdiri dari empat buah candi yang sudah dipugar terdiri dari dari satu buah candi induk dan tiga buah candi perwara, yaitu candi kecil yang berada di depan candi induk. Candi ini hanya terdapat di candi-candi di Jawa Tengah seperti Candi Prambanan, Candi Dieng, dan Candi Sewu.

Candi induknya berukuran 3,77 meter x 3,87 meter dengan tinggi 4,45 meter. Tiga candi perwaranya berukuran masing-masing 2,85 meter x 2,85 meter dengan tinggi 4,15 meter. Candi ini ini memiliki masing-masing delapanmerumembawa konsep astadikpalaka yaitu delapan penjuru mata angin.

Kemuncakatauratna-nya yang meruncing pada merupakan perlambang Dewa Siwa. Ia dikelilingi oleh meru adakah simbol-simbol dewa lainnya. Selain itu konsep itu bisa berarti Asta Aiswarya, yang biasanya berupa teratai berkelopak delapan yang memiliki arti delapan kemahaesaan Tuhan.

Candi Empon merupakan perwujudan Gunung Mahameru, pusat kosmologi masyarakat saat itu. Ragam hias pada dinding candi menguatkan hal itu. Motif floranya melambangkan hutan di atas gunung, dan relief berbagai satwa penghuni hutan seperti gajah, rusa, kancil, aneka burung dan kinara-kinari makhluk surgawi.

Salah satu yang bisa dilakukan wisatawan dengan membawa anak-anak di sini adalah melakukan tebak hewan berupa relief. Hal ini dapat mendidik mereka akan peninggalan sejarah kuno khususnya candi peninggalan nenek moyang sejak usia dini.

Relief lain adalah ada di bagian tengah atas relung candi berupakalakirtimukayang berperan sebagai raksasa Banaspati, sang penjaga hutan. Wajah raksasa ini tidak memiliki rahang bawah yang menjadi ciri khas pada candi-candi di Jawa Tengah.

Candi Ngempon memiliki relung di setiap sisinya. Relung ini seharusnya berisi arca Agastya, Ganesha, Durga Mahisasuramardini. Demi keamanan dari pencurian, arca-arca tersebut kini disimpan di Museum Ronggowarsito Semarang.

Di tempat ini juga terdapat susunan batu lepas sebanyak 9 buah dengan ukuran rata-rata 2,5 meter x 2,5 meter tinggi 60 sentimeter. Susunan batu lepas yang lain berbentuk memanjang berukuran 16,4 meter x 1,3 meter dan tinggi 45 sentimeter. Kemungkinan ini merupakan bangunan candi lainnya.

Pemugaran yang dilakukan BPCB Jawa Tengah diharapkan dapat bermanfaat terutama bagi lingkungan sekitar. Dengan kunjungan wisata, kini suasana Candi ini telah menjadi lebih hidup. Masyarakat juga telah membangun berbagai fasilitas penunjang seperti tempat parkir, toilet, warung makan, dan tempat hiburan anak-anak.

Untuk mencapai lokasi Candi Ngempon setelah area parkir dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati Petirtaan Derekan. Di pemandian kuno ini, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar 2.000 rupiah.

Dari Petirtaan Derekan selanjutnya menyeberang Kali Kedungdowo menggunakan jembatan besi yang ada di atasnya. Jarak sungai ini dengan dengan Candi Ngempon sekitar 100 meter ke arah selatan menyusuri jalan setapak. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.