Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seluruh Kampung di Kota Yogyakarta Ditargetkan Jadi Tangguh Bencana

📅 Jumat, 26 Jan 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seluruh Kampung di Kota Yogyakarta Ditargetkan Jadi Tangguh Bencana Doc: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ket. Arsip foto - Awan mendung di atas Kota Yogyakarta, Rabu (17/11/2021).

Yogyakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menargetkan seluruh kampung di wilayah setempat menjadi kampung tangguh bencana pada 2024.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Kamis, mengatakan hingga saat ini telah terbentuk 155 kampung tangguh bencana dari 169 kampung yang ada di Kota Yogyakarta.

"Tahun ini akan kita tuntaskan sehingga di seluruh kampung sudah terbentuk kampung tangguh bencana dan dapat menanggulangi kebencanaan melalui informasi yang cepat serta penanganan tepat sasaran," tutur dia.

Dia menyebutkan berdasarkan data BPBD Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Yogyakarta beberapa waktu terakhir telah mengakibatkan 35 pohon tumbang dan enam rumah rusak, serta tidak ditemui korban jiwa.

Meski Siklon Tropis Anggrek yang memicu cuaca ekstrem sudah menjauhi Indonesia, menurut dia, BPBD provinsi, kabupaten/kota diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan relawan di tingkat kelurahan.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di tingkat kelurahan dengan kesiapsiagaan kampung tangguh bencana," kata Nur Hidayat.

Masyarakat juga diminta tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem menjelang puncak musim hujan pada Februari 2024.

"Cuaca ekstrem hidrometeorologi ini dapat berdampak pada rumah rusak, tanah longsor, pohon tumbang, dan jatuhnya baliho," kata dia.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menuturkan mitigasi bencana sangat penting untuk menanggulangi potensi bencana akibat cuaca ekstrem di wilayahnya.

"Jangan sampai pohon tumbang dan bencana lainnya memakan korban," kata Singgih.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta juga meminta warga di DIY mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Februari 2024.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menuturkan curah hujan di wilayah DIY pada Februari 2024 diprakirakan berkisar 151 sampai 500 mm atau kriteria menengah-tinggi dengan sifat hujan bervariasi mulai bawah normal sampai atas normal.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang selama periode itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.