Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Peringatkan Tinggi Gelombang di Selat Makassar Bisa Capai 2,5 Meter

📅 Jumat, 26 Jan 2024, 23:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Peringatkan Tinggi Gelombang di Selat Makassar Bisa Capai 2,5 Meter Doc: Antara/ Suriani Mappong
Ket. Ilustrasi kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menyebabkan para nelayan menambatkan perahunya di dermaga dan memilih tidak melaut.

Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini menyusul adanya "moderate sea" dengan ketinggian gelombang 1.25-2.5 meter terjadi di wilayah Selat Makassar bagian selatan dan sekitarnya.

"Kondisi yang kurang bersahabat itu selain di sekitar Selat Makassar, juga di Perairan Pare-Pare, Perairan Spermonde Pangkep bagian barat, Spermonde Makassar bagian barat, dan Spermonde Pangkep," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Nur Asia Utami Sanur di Makassar, Jumat.

Gelombang tinggi, kata dia, juga berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Selayar, Perairan Sabalana, Perairan Timur Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan Pulau Bonerate - Kalaotoa bagian utara, Perairan Pulau Bonerate - Kalaotoa bagian selatan, Laut Flores bagian timur.

Tingginya gelombang laut tersebut menyebabkan nelayan yang berada di Kepulauan Spermonde, Pangkep tidak melaut dalam sepekan terakhir.

Menurut salah seorang nelayan di dermaga Pangkep, Faisal, kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu menyebabkan para nelayan hanya memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring, dan juga kapal.

Sementara untuk membiayai hidup keluarganya, lanjut dia, hanya menggunakan hasil tangkapan dua pekan lalu, namun sudah mulai menipis, sehingga harus menjual stok ikan asin yang sempat dibuat dua bulan lalu, ketika belum musim hujan.

Berbeda dengan Faisal, warga Pangkep lainnya, Husni mengaku tertahan di Pulau Salemo karena ombak yang mencapai 2 meter lebih.

"Awalnya mengantar pengantin ke Pulau Salemo, saat akan kembali ke kota, ombak tinggi, sehingga harus menginap dan menunggu ombak turun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.