Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Francis Drake, Keliling Dunia Sambil Merompak Kapal

1 Kamis, 25 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Francis Drake, Keliling Dunia  Sambil Merompak Kapal Francis Drake, Keliling Dunia  Sambil Merompak Kapal Doc: Wikimedia
Ket. Kapal Golden Hind

Penjelajah Francis Drake merupakan orang kedua yang berhasil mengelilingi dunia dari barat ke timur. Tidak hanya memetakan jalur navigasi, ia juga mengumpulkan harta dengan cara merompak kapal dan permukiman yang ditemui sampai armadanya kelebihan muatan.

Francis Drake (1540-1596) adalah pelaut Inggris yang melakukan pelayaran keliling dunia antara tahun 1577 dan 1580. Ia orang kedua yang mencapai prestasi keliling dunia setelah penjelajah Portugis, Ferdinand Magellan (1480-1521 M).

Di atas kapal Golden Hind, niat Drake bukan untuk menjelajahi dunia saja. Ia ingin mendapatkan kekayaan sebanyak-banyaknya dengan merompak kapal-kapal yang ditemui. Dengan senjata yang lebih baik, kapal-kapal dari Portugis, Spanyol, dan permukiman adalah korban jarahannya.

Pada 1577 M, Ratu Elizabeth I meminta Drake untuk berlayar ke selatan. Secara diam-diam, ratu berinvestasi dalam proyek tersebut dan menginstruksikan Drake tidak hanya untuk menjajaki kemungkinan perdagangan baru, tetapi juga untuk mengambil harta apa pun yang dia temukan dari Spanyol dan menyerang pemukiman kolonial Spanyol di Amerika selatan.

Untuk tugas ini, Drake diberi komando atas lima armada yang terdiri dari Benedict dengan berat 15 ton. Kapal ini kemudian ditukar dengan kapal Spanyol seberat 50 ton yang berhasil ditangkap di lepas pantai Afrika, lalu namanya diganti namanya menjadi Christopher. Kapal kedua adalah Elizabeth dengan berat 80 ton, ketiga Marigold 30 ton, keempat Pelican 150 ton, dan kelima Swan 50 ton. Di tengah perjalanan, kapal utama Pelican diganti namanya menjadi Golden Hind, untuk menghormati pelindung utama ekspedisi, Sir Christopher Hatton, yang miliki kapal ini.

Pada November 1577 M, Drake berangkat bersama 164 orang. Berbagai tantangan seperti badai, penyakit yang dialami membuat 60 orang di antaranya tidak akan pernah melihat Inggris lagi. Ekspedisi ini dimulai dengan awal yang paling buruk ketika badai merusak beberapa kapal. Dengan terpaksa mereka kembali ke pelabuhan hanya dua pekan setelah berangkat.

Armada tersebut berangkat untuk kedua kalinya pada 13 Desember 1577 dan berlayar menyusuri pantai barat laut Afrika dan kemudian melintasi jalur Atlantik melalui Kepulauan Cape Verde. Tiga kapal diserang dan muatannya dijarah salah satunya Mary. Kapal ini lalu ditambahkan ke armada kecil Drake.

Kapal-kapal berhasil melewati Doldrums dan melintasi garis khatulistiwa. Ada beberapa masalah dengan Thomas Doughty yang diangkat menjadi kapten Mary yang mempertanyakan rencana Drake dan hak untuk memerintah yang dimiliki. Drake kemudian memenjarakan Doughty di kapal Swan.

Setelah dua bulan tidak melihat daratan, armada tersebut akhirnya mencapai pantai timur Amerika selatan di utara River Plate, pada April 1578 M. Setelah badai yang buruk, Doughty kembali mengobarkan pemberontakan dan Drake berjuang untuk menjaga kapal tetap bersama sebagai satu armada.

Christopher, Swan, dan Mary semuanya akan ditinggalkan pada Agustus karena terlalu tidak layak laut untuk melakukan pelayaran ke Samudra Pasifik. Ketika mendarat di Patagonia, sebuah sidang pengadilan digelar untuk Doughty yang masih bersikeras bahwa dialah pemimpin ekspedisi yang sebenarnya. Juri yang beranggotakan 40 orang memutuskan pemberontak itu bersalah dan memberinya tiga pilihan: dieksekusi, dikurung di tempat mereka berada, atau dikirim kembali ke Inggris dengan rantai. Doughty memilih yang pertama dan ia dipenggal pada 2 Juli 1578 M.

Pada momen penting dalam pelayaran ini, Drake kembali memanggil semua anak buahnya ke darat dan meyakinkan mereka bahwa dia benar-benar memegang kendali. Untuk memperkuat hal ini, Drake memecat semua perwiranya yang ditunjuk oleh pendukung ekspedisi dan mengangkat perwira pilihannya sendiri.

Anehnya Drake memilih kembali orang-orang yang sama untuk diangkat menjadi perwira lagi. Intinya jelas Drake yang memegang komando, bukan para investor di Inggris. Selanjutnya, semua laki-laki melakukan tugas yang sama, tanpa memandang pangkat. Akhirnya Drake berhasil mengumpulkan anak buahnya dan mengembalikan ekspedisi ke jalur yang benar.

Ekspedisi Sendirian

Di ujung selatan Amerika selatan, tiga kapal yang tersisa melanjutkan perjalanan melalui Selat Magellan pada bulan Agustus. Selat ini sulit ditemukan dan berbahaya, tetapi setelah melewatinya, badai besar di bulan September membuat Marigold rusak dan Elizabeth berlayar kembali ke Inggris.

Pelican terpaksa melanjutkan ekspedisi sendirian. Ketika mencapai perairan Pasifik yang lebih tenang, Drake mengganti nama Pelican menjadi Golden Hind.

Tidak ada gambar pasti dari kapal Golden Hind. Dimensi panjangnya sekitar 30,5 meter (100 kaki) dan dengan lebar 5,5 meter (18 kaki). Setiap sisi kapal dapat menampung tujuh meriam yang dapat ditarik di belakang palkanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.