Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Dorong Global South Kerja Sama Kelola Rantai Pasok Global

📅 Rabu, 17 Jan 2024, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Dorong Global South Kerja Sama Kelola Rantai Pasok Global Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Peren­canaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Peren­canaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan negara-negara di belahan bumi selatan (Global South) harus bahu-membahu untuk memastikan potensi gangguan pada rantai pasokan global di masa depan dapat dikelola dengan lebih baik.

"Meningkatnya terputusnya (hubungan) antar negara-negara besar, menandai penyimpangan dari pola tradisional integrasi ekonomi global. Ketika berbagai negara terkena dampak negatif dari tren pemisahan ini, negara-negara selatan harus bahu-membahu, memastikan bahwa potensi gangguan pada rantai pasokan global di masa depan dapat dikelola dengan lebih baik, tanpa hanya bergantung pada apa yang terjadi di negara-negara maju," katanya dalam kunjungan kerja ke The South Centre, Jenewa, Swiss, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/1).

Rantai pasokan global adalah sistem internasional yang digunakan bisnis untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa. Jaringan ini dimulai dengan bahan mentah dan berakhir ketika produk akhir atau layanan disampaikan kepada pelanggan.

Selama 2005 hingga 2021, lanjutnya, United Nations Conference on Trade and Development menunjukkan bahwa perdagangan Selatan-Selatan meningkat dari 17 persen menjadi 28 persen.

Angka tersebut dianggap harus terus ditingkatkan melalui Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST), terutama dalam tiga aspek, yaitu pertukaran pengetahuan, penyelarasan strategis, dan kemitraan untuk inovasi kebijakan.

Pembahasan Strategi

Strategi peningkatan tersebut akan dibahas Indonesia dalam High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships Global Partnership for Effective Development Co-operation (GPEDC) pada Juli 2024.

Sebagai penyelenggara GPEDC, Indonesia akan memimpin pembahasan strategi peningkatan peran KSST sebagai mesin pertumbuhan untuk peningkatan pertukaran nilai ekonomi global berkelanjutan.

"Saya berharap kolaborasi dengan South Centre dapat memberdayakan penelitian kebijakan tentang Peningkatan Kerja Sama Selatan-Selatan," ucap Kepala Bappenas.

Seperti diketahui, produk domestik bruto (PDB) negara Global South mencapai 25 persen dari ekonomi dunia pada 2010 dan diprediksi mencapai 35 persen pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.