Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Jatuhkan Sanksi Terkait Transfer Misil Korut

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Jatuhkan Sanksi Terkait Transfer Misil Korut Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Pertemuan Kim-Putin | Pemimpin Korut, Kim Jong-un (kanan), saat bertemu dengan Presiden Russia, Vladimir Putin, di Kosmodrom Vostochny di Wilayah Amur pada 13 September lalu. Pada pertemuan itu diduga antara telah disepakati transaksi penjualan senjata Korut bagi Russia.

WASHINGTON DC - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi terhadap 3 entitas Russia dan 1 individu karena terlibat dalam transfer dan pengujian misil balistik Korea Utara (Korut) untuk digunakan Russia melawan Ukraina.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengumumkan hal tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/1), dengan mengatakan bahwa pengiriman misil balistik Pyongyang ke Moskwa itu telah mendukung perang agresi, meningkatkan penderitaan rakyat Ukraina, dan melemahkan rezim non proliferasi global.

"Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut," kata Menlu Blinken dalam sebuah pernyataan.

Blinken pun mengatakan bahwa AS akan terus memantau dengan cermat setiap dukungan dari Russia ke Korut sebagai imbalan atas transfer senjata tersebut. Dia menambahkan bahwa Washington DC akan menggunakan semua cara yang ada untuk menunjuk dan mengungkap individu dan entitas yang terlibat dalam transfer senjata antara kedua negara.

Sehubungan dengan hal tersebut, Duta Besar Korut untuk PBB, Kim Song, membantah keras soal telah terjadinya transfer senjata Korut ke Russia di dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis malam.

Sementara itu pihak Kementerian Unifikasi Korsel mengkritik Korut sehubungan dengan protes dari Dubes Kim Song di Dewan Keamanan PBB mengenai serangan Russia ke Ukraina dengan misil Korut.

Wakil juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Kim In-ae, menyatakan pada Jumat (12/1) bahwa transaksi senjata antara Korut dan Russia dikonfirmasikan dengan benar walaupun dua negara terus membantah hal tersebut.

Menurut Kim, transaksi senjata antara Korut dan Russia jelas melanggar resolusi DK PBB dan juga merupakan aksi ilegal yang melanggar norma dunia internasional.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Ukraina pada Rabu (10/1), AS, Jepang, dan beberapa negara anggota lainnya mengutuk transfer senjata Korut ke Russia dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor beritaKCNApada Jumat, Dubes Kim Song mengatakan negaranya tidak ada hubungannya dengan pembahasan agenda tersebut, dan menambahkan bahwa ia merasa tidak perlu mengomentari setiap tuduhan AS yang tidak berdasar. Utusan Korut tersebut juga menegaskan klaim Pyongyang bahwa perang di Ukraina adalah akibat dari kebijakan konfrontatif Washington DC yang melanggar kepentingan keamanan Russia yang masuk akal dan adil.

Laporan Ukraina

Sanksi AS itu dijatuhkan setelah sebelumnya Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa pasukan Russia telah menerima lebih dari 1 juta butir amunisi dari Korut. Kemudian pemerintah Ukraina menyatakan bahwa misil balistik jarak pendek yang digunakan oleh Russia untuk menyerang Ukraina adalah misil Iskander asal Korut.

Kantor berita Jepang,Kyodo, melaporkan bahwa otoritas Ukraina menegaskan identitas misil yang jatuh di Kharkiv adalah misil asal Korut berdasarkan hasil analisis puing-puing misil yang diluncurkan oleh Russia ke kota itu.

Bentuk misil yang diambil hampir sama dengan misil Iskander edisi Korut, KN-23, termasuk bagian atas dari misil, diameter bagian bawah, serta jumlah baut yang digunakan, hampir sama dengan misil Korut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Ekonomi
Kobexindo Perkuat Jajaran P...

Kirab Gamelan Sekaten di Solo

1 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Kirab Gamelan Sekaten di Solo

Program Pelatihan Vokasi Nasional di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Program Pelatihan Vokasi Na...

Harga bawang merah nasional turun

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Harga bawang merah nasional...
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.