Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khawatir Kontraksi, Belanja Selalu Didesain Lebih Besar dari Pendapatan

📅 Rabu, 03 Jan 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Khawatir Kontraksi, Belanja Selalu Didesain Lebih Besar dari Pendapatan Doc: ISTIMEWA
Ket. WIBISONO HARDJOPRANOTO Guru Besar Ekonomi dari Universitas Surabaya - Selama digunakan dengan benar, jauh dari korupsi, utang masih boleh. Tapi harus dikelola secara produktif, seperti mendatangkan investasi.

JAKARTA - Pemerintah dinilai akan sulit mencapai zero deficit karena dari awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah didesain pengeluaran atau belanja negara selalu lebih besar dari pendapatan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan pemerintah tidak akan berani mengandalkan sepenuhnya penerimaan negara untuk pembiayaan belanja negara karena khawatir perekonomian Indonesia akan terkontraksi.

Senada dengan Esther, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan penerbitan utang per akhir November 2023 sebesar 332 triliun rupiah, namun belum ada data tambahan utang pada Desember 2023 lalu. "Ekonomi kita dilema, kalau tidak utang, artinya tidak defisit, ekonomi akan kontraksi," jelas Anthony.

Rasionya Diturunkan

Sementara itu, Guru Besar Ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan yang perlu diperhatikan adalah penggunaan utang itu sendiri, hendaknya dialokasikan pada kegiatan produktif.

"Saya kira selama masih pada batas rasio tidak apa-apa dan sedapat mungkin rasionya diturunkan lagi. Hanya saja yang perlu dperhatikan alokasinya harus produktif. Memang ini seperti investasi, hasilnya tidak langsung terasa. Jadi selama digunakan dengan benar, jauh dari korupsi, utang masih boleh. Tapi harus dikelola secara produktif, seperti mendatangkan investasi," jelas Wibisono.

Defisit Turun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023 di Jakarta, Selasa (2/1), mengatakan defisit APBN 2023 turun menjadi 347,6 triliun rupiah atau 1,65 persen.

"Defisit APBN 2023 kita desain sebesar 598,2 triliun rupiah atau 2,84 persen, pertengahan tahun kita revisi agak rendah 479,9 triliun rupiah atau 2,27 persen, ternyata realisasi kita jauh lebih kecil yaitu 347,6 triliun rupiah atau 1,65 persen. Itu hampir setengahnya dari desain awal," kata Menkeu.

Realisasi pendapatan negara tercatat 2.774,3 triliun rupiah atau 112,6 persen terhadap target APBN 2023 sebesar 2.463 triliun rupiah atau 105,2 persen terhadap Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023 yang sebesar 2.637,2 triliun rupiah.

Realisasi pendapatan negara pada APBN 2023 tumbuh 5,3 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.635,8 triliun rupiah. Pendapatan negara utamanya ditopang penerimaan perpajakan yang tumbuh 5,9 persen secara tahunan menjadi 2.155,4 triliun rupiah serta pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh 1,7 persen menjadi 605,9 triliun rupiah.

Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar 3.121,9 triliun rupiah, setara 102,0 persen terhadap target APBN 2023 sebesar 3.061,2 triliun rupiah atau 100,2 persen terhadap Perpres 75/2023 sebesar 3.117,2 triliun rupiah.

Belanja negara tumbuh 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,096,3 triliun rupiah. Dengan rincian, belanja pemerintah pusat turun 1,7 persen menjadi 2.240,8 triliun rupiah dan transfer ke daerah naik 8 persen menjadi 881,3 triliun rupiah. "Meski belanja negara naik cukup tinggi, tapi penerimaan kita tumbuh kuat. Jadi, kita mampu menurunkan defisit," jelas Menkeu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.