Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curhat ke Capres Ganjar Pranowo, Perajin Ukiran Jepara Harapkan Kemudahan Modal

📅 Selasa, 02 Jan 2024, 22:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Curhat ke Capres Ganjar Pranowo, Perajin Ukiran Jepara Harapkan Kemudahan Modal Doc: ANTARA /Hafidz Mubarak A
Ket. Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menunjukan ukiran kayu saat menemui perajin ukir di Jepara, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024). Dalam kunjungannya Ganjar Pranowo membahas permodalan bagi perajin ukir serta meminta karya ukir dari perajin di Jepara harus tetap dipertahankan dan dibutuhkan inovasi dalam produksi serta pemasarannya.

Jepara - Para perajin ukiran di Desa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah, mengeluhkan akses permodalan kepada calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowoyangberkunjung ke wilayah tersebut, Selasa.

Selama ini, menurut pengakuan para perajin, akses permodalan yang selalu menjadi kendala untuk kegiatan produksi. Selama ini para perajin hanya mendapatkan bantuan modal dari program kredit usaha rakyat (KUR) dengan plafon yang beragam.

"Makanya perlu bantuan modal dari lainnya, ini rata-rata permodalannya yang kurang. Kalau cuma Rp5 juta, Rp10 juta, Rp15 juta diberikan bertahap, sudah habis buat bayar pekerja sama beli kayu. Jadi, tidak bisa menjual, ya kita berhenti. Kalau pakai KUR sudah mentok," ujar salah seorang perajin kepada Ganjar..

Para perajin juga berharap Ganjar dapat memperbaiki kondisi ekonomi sehingga kejayaan Jepara yang dijuluki Kota Ukir kelas dunia dapat kembali bangkit. Alasan tambahan modal tersebut karena adakalanya konsumen dalam jumlah yang banyak, tetapi produksi kurang karena tidak bisa membeli bahan baku.

"Alhasil kebutuhan pesanan konsumen tidak bisa dipenuhi karena terbentur modal," kata perajin.

Jumlah perajin ukir mebel di Blimbingrejo mencapai 100 orang dengan rata-rata perajin memiliki 5 hingga 10 orang pekerja. Padahal, dari teknik pemasaran, para perajin sudah mengandalkan metode daring melalui media sosial, seperti Facebook ataupun whatsapp. Ada bagian yang memasarkan, ada yang bagian produksi.

Mendapat curhat dari para perajin tersebut, Ganjar langsung meresponsdengan cepat. "Langsung sat set aja, tolong kelompoknya diinventarisasibiar diklasifikasi jumlah modalnya," ujarnya.

Ganjar menambahkan industri ukir di Jepara ini masih menjadi idola, khususnya untuk produk gebyokdan penjualannya masih bagus. Para perajin sudah mau modernisasi cara menjualnya, namun akses permodalan yang masih dibutuhkan.

"Seringkali ketika mengambil kredit (KUR), ternyata keluhannya sedikit-sedikit maka pada saat proyeknya sudah berakhir, uangnya sudah habis dipakai bayar buruh. Mereka minta skemaagar kreditnya bisa lebih mudah, bisa diambil di depan dan seterusnya," jelasGanjar.

Dalam kunjungan tersebut, Ganjar berdialog dengan para perajin ukir. Ganjar juga menjajal secara singkat cara mengukir kayu dengan pola berbentuk bunga.

Adalah Ahmad Nurdinsyah, seorang kuli ukir yang sempat berdialog dengan Ganjar.

"Ya, tadi Pak Ganjar nanya-nanya soal ukiran. Saya berdoa semoga Pak Ganjar bisa menjadi presiden dan berharap Pak Ganjar mengerti nasib orang kecil, meningkatkan ekonomi Jepara. Kami sebagai kuli hanya bisa mengukir tentu berharap usaha ukiran bisa maju, harapannya produk Jepara bisa bangkit lagi, kondisi Jepara bisa balik lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar menambahkan perlu kiranya melestarikan dan mengembangkan agar Jepara bisa menjadi tempat pusat ukir dan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan industri.

"Maka ada usulan perlunya sekolah vokasi untuk ukir agar kerajinan ukiran diminati anak-anak dan ada proses regenerasi," tambah Ganjar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.