BI Berusaha Perkuat Rupiah agar Utang Kelihatan Kecil
📅 Rabu, 27 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiHal itu bisa dalam bentuk investasi asing, penerimaan dari ekspor dan penerimaan dari jasa seperti pariwisata karena ada wisatawan asing.
Sementara itu, ekonom Celios, Nailul Huda, mengatakan fundamental ekonomi Indonesia terdiri dari kebijakan fiskal dan moneter. Dalam kebijakan fiskal tentu pertama adalah pengelolaan APBN yang optimal, baik dari segi pendapatan maupun belanja negara.
Dari sisi pendapatan, penerimaan negara baik pajak maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) harus digenjot. Sedangkan dari sisi belanja, belanja pemerintah harus menjadi stimulan terhadap perekonomian. Sementara dari sisi fiskal, pengelolaan utang harus prudent dan dengan tujuan yang pasti bukan untuk menguatkan pertahanan.
Jadi, utang yang dikelola harus menimbulkan multiplier effect bagi ekonomi dengan mengalokasinnya ke sektor produktif bukan konsumtif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan fundamental ekonomi Indonesia sangat rapuh karena ekspor Indonesia didominasi sektor komoditas ekstraksi yang sifatnya fluktuatif.
Kalau struktur industri tersebut tidak diperbaiki, ekonomi Indonesia jangka menengah panjang akan terpuruk. Indonesia harus segera membangun industri manufaktur agar pembangunan ekonomi nasional menjadi lebih stabil dan tidak terganggu oleh fluktuasi harga komoditas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!