Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Berusaha Perkuat Rupiah agar Utang Kelihatan Kecil

📅 Rabu, 27 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BI Berusaha Perkuat Rupiah agar Utang Kelihatan Kecil Doc: Sumber: Kemenkeu – Litbang KJ/and - KJ/ONES

» Upaya memperkuat rupiah membutuhkan intervensi yang menghabiskan devisa cukup besar.

» Kalau struktur industri tidak diperbaiki, ekonomi RI jangka menengah panjang akan terpuruk.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dinilai berusaha memperkuat rupiah dengan tujuan untuk membuat utang Indonesia kelihatan kecil. Upaya itu dilakukan karena utang Indonesia lebih banyak dalam valuta asing (valas).

Direktur Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Selasa (26/12), mengatakan langkah itu sudah menjadi sebuah kebiasaan bank sentral menjelang akhir tahun melalui intervensi pasar dengan menyesuaikan capaian nilai tukar sesuai dengan target awal tahun.

Beberapa tahun terakhir, penyesuaian nilai tukar atau window dressing itu terus dilakukan BI. "Ini yang sangat kita sayangkan, BI di periode awal tahun sampai akhir Desember ini banyak melakukan strategi window dressing, tapi hasilnya tidak akan bisa bagus.

Kebiasaan window dressing itu malah tidak akan membantu RI karena fundamental ekonomi yang lemah. "Tujuan yang ingin dicapai adalah mempercantik neraca keuangan BI agar tidak jauh dari capaian Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI)," kata Achmad.

Maka dari itu, secara histori, nilai tukar sepanjang Desember ini terkesan stabil karena intervensi yang dilakukan untuk menyesuaikan target nilai tukar. Sayangnya, itu bukan sebuah kebijakan yang baik karena sebagai bank sentral dengan rezim managed floating exchange, pendekatan seperti itu membutuhkan intervensi yang menghabiskan devisa yang cukup besar, terutama saat trennya melemah.

BI semestinya bersama dengan pemerintah fokus memperbaiki fundamental ekonomi yang merupakan langkah yang lebih substansial dan berkelanjutan daripada sekadar melakukan window dressing atau tindakan memoles tampilan rupiah yang bersifat sementara.

Sebab itu, perlu reformasi struktural dalam berbagai sektor ekonomi, seperti energi, pertanian, dan pendidikan, untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. Selain itu juga meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.

"Kalau itu terjadi maka ekspor akan meningkat dan impor turun. Sebaliknya, kalau impornya terus naik sementara daya saing turun maka ekspor terus turun, dan kita berada dalam bahaya," kata Achmad.

Utang Membengkak

Diminta pada kesempatan terpisah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan utang Indonesia sudah sekitar 39 persen dari Poduk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Utang itu akan membengkak jika nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami depresiasi. "Oleh karena itu, pemerintah harus memperbanyak porsi utang dari domestik sekarang untuk meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar AS," tegas Esther.

Dia juga menekankan pentingnya pemerintah memperkuat fundamental ekonomi nasional dengan meningkatkan penerimaan devisa negara, dengan membawa valuta asing (valas) masuk ke Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.