Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Resolusi DK PBB Serukan Pengiriman Bantuan ke Gaza 'dalam Skala Besar'

📅 Sabtu, 23 Des 2023, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Kami tahu ini bukanlah teks yang sempurna... Kami tidak akan pernah bosan menyerukan gencatan senjata kemanusiaan," dia berkata.

Resolusi tersebut menuntut semua "rute menuju dan di seluruh Jalur Gaza, termasuk penyeberangan perbatasan" terbuka untuk bantuan kemanusiaan.

Mereka juga meminta penunjukan koordinator kemanusiaan PBB untuk mengawasi dan memverifikasi bantuan negara ketiga ke Gaza.

Teks sebelumnya menyatakan bahwa mekanisme bantuan untuk mempercepat pengiriman bantuan akan dilakukan secara "eksklusif" di bawah kendali PBB.

Kini mereka menyatakan bahwa pengelolaannya akan dilakukan melalui konsultasi dengan "semua pihak terkait" - artinya Israel akan tetap melakukan pengawasan operasional terhadap pengiriman bantuan.

Resolusi Dewan Keamanan mengikat secara hukum, namun banyak yang diabaikan - termasuk oleh Israel.

Setelah pemungutan suara di PBB, Israel mengatakan akan terus memeriksa semua bantuan Gaza "demi alasan keamanan", dan duta besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan "PBB tidak dapat dipercaya untuk memantau bantuan yang masuk".

Erdan berterima kasih kepada Washington karena "mempertahankan garis merah yang jelas".

Anggota Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang bergulat selama berhari-hari untuk menemukan titik temu mengenai resolus ing dengan meningkatnya kritik atas kurangnya tindakan yang diambil badan tersebut sejak perang dimulai.

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pekan ini tidak akan ada gencatan senjata di Gaza sampai "eliminasi" Hamasterjadi.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty menyebut resolusi tersebut "sangat disayangkan, tidak cukup dalam menghadapi pembantaian yang sedang berlangsung dan kehancuran besar-besaran akibat serangan pemerintah Israel."

Perselisihan mengenai resolusi tersebut terjadi ketika sistem pemantauan kelaparan PBB memperingatkan "setiap orang di Gaza yang dilanda perang diperkirakan akan menghadapi kerawanan pangan akut tingkat tinggi dalam enam minggu ke depan".

Hamas menyusup ke Israel pada 7 Oktoberdan membunuh sekitar 1.140 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 250 orang, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka Israel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.