Ekonom Dorong BI Wajibkan Perbankan Salurkan 30 Persen Kredit Hijau
📅 Rabu, 20 Des 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) didorong untuk mewajibkan perbankan menyalurkan minimum 30 persen pinjaman kepada sektor ekonomi hijau.
Demikian dikatakan ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira saat kegiatan Launching Policy Brief Greenpeace Indonesia dan CELIOS: Nasib Transisi Ekonomi Hijau di Tahun Politik di Jakarta, Selasa (19/12).
"BI bisa memberikan rasio intermediasi makroprudensial (RIM), yaitu memberi kewajiban bagi perbankan di dalam negeri minimum 30 persen menyalurkan pinjaman kepada sektor berkelanjutan atau sektor ekonomi hijau," kata Bhima.
Seperti dikutip dari Antara, Bhima menyinggung target pemerintah soal porsi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perbankan yang bisa mencapai 30 persen pada 2024.
Dia berharap target tersebut juga bisa diterapkan kepada sektor usaha secara keseluruhan. "BI memang independen, bebas dari kepentingan elektoral, tapi bukan berarti BI tidak bisa ditekan secara politik untuk memberikan RIM," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di samping itu, ia juga menyoroti pentingnya taksonomi hijau untuk tidak memberikan ruang pada penyaluran kredit bertajuk 'hijau dan transisi' bagi sektor tambang dan pembangunan PLTU batu bara.
Bhima juga berharap presiden terpilih nantinya dapat mendorong implementasiInternational Financial Reporting Standard(IFRS) 2 terkaitclimate-related riskatau risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim pada semua perusahaan publik yang melantai di bursa saham.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan salah satu inisiatif internasional yang bisa diterapkan di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ekonom Celios itu juga merekomendasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencantumkan target spesifik soal transisi energi, seperti target penurunan emisi dan jumlah lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan dari fiskal yang mendorong ekonomi hijau.
Bhima juga mendorong adanya paket stimulus ekonomi yang pembiayaan fiskal dan moneternya berfokus pada upaya akselerasi transisi ekonomi.
"Tidak perlu banyak-banyak, tapi stimulus ini bisa fokus, pembiayaan fiskal dan moneternya, itu diharapkan bisa mendorong percepatan transisi," tutur dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!