Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Berapi di Islandia Meletus Setelah Berminggu-minggu Gempa

📅 Selasa, 19 Des 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Berapi di Islandia Meletus Setelah Berminggu-minggu Gempa Doc: ABC News/Kantor Meteorologi Islandia
Ket. Lava yang mengalir terlihat saat terjadi letusan di semenanjung Reykjanes 3 km utara Grindavik, Islandia barat pada 18 Desember 2023.

REYKJAVIK - Sebuah gunung berapi di Islandia meletus pada Selasa (19/12), geyser lava cair yang menyembur ke langit malam yang gelap membuat wilayah barat daya ibu kota dalam keadaan siaga tinggi.

Letusan di semenanjung Reykjanes, tepat di utara kota nelayan Grindavik, dimulai Senin sekitar pukul 22.17 waktu setempat setelah serangkaian gempa bumi, kata Kantor Meteorologi Islandia.

Rekaman letusan yang disiarkan langsung menunjukkan pancaran lava berwarna jingga yang menyembur dari celah tanah, dikelilingi awan asap merah yang mengepul.

"Kami berharap yang terbaik, tapi jelas ini adalah letusan besar," kata Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir di Facebook.

Selama berminggu-minggu, negara Nordik tersebut telah mengantisipasi letusan di semenanjung barat daya ibu kota setelah aktivitas gempa bumi yang hebat, yang mendorong pihak berwenang mengevakuasi ribuan orang dan menutup spa panas bumi Blue Lagoon yang terkenal dengan perairan biru kehijauannya.

Kantor meteorologi memperkirakan gunung berapi itu membuka celah sepanjang 4 km, ujung selatannya hanya berjarak 3 km dari Grindavik.

Pada pukul 03.00 pagi, kantor meteorologi mengatakan intensitas letusan telah stabil, namun tidak dapat memperkirakan berapa lama letusan akan berlangsung.

"Sekarang kita menunggu untuk melihat kekuatan alam apa yang ada," tulis Presiden Gudni Thorlacius Johannesson di X. Dia menambahkan, melindungi kehidupan dan infrastruktur adalah prioritasnya.

Kepala Departemen Perlindungan Sipil Vidir Reynisson mendesak penduduk untuk menjauh dari daerah tersebut, dan mengatakan kepada stasiun televisi lokal: "Ini bukan letusan turis".

Perusahaan utilitas publik Landsnet menulis di Facebook mereka memantau letusan tersebut dengan sangat cermat.

Meskipun ada kekhawatiran sebelum letusan mengenai kemungkinan malapetaka, namun bandara internasional Reykjavik tetap beroperasi. Operator ISAVIA mengatakan: "Untuk saat ini, tidak ada gangguan pada kedatangan atau keberangkatan di bandara Keflavik."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Selatan Aj...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.