Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbudrsitek Luncurkan 33 Film Animasi Sastra Daerah

📅 Senin, 18 Des 2023, 20:08 WIB | Oleh:
Kemendikbudrsitek Luncurkan 33 Film Animasi Sastra Daerah Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kemendikbudristek, Imam Budi Utomo, dalam acara Peluncuran Produk Pemodernan Sastra, di Jakarta, Senin (18/12).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan 33 film animasi berdasarkan karya-karya sastra daerah. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemodernan sastra.

"Film animasi juga dari yang tuturan lisan tradisional kemudian menjadi wahana yang modern sesuai perkembangan zaman. Jadi kita modernkan dari yang lama jadi yang baru," ujar Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kemendikbudristek, Imam Budi Utomo, dalam acara Peluncuran Produk Pemodernan Sastra, di Jakarta, Senin (18/12).

Imam mengatakan, 33 film animasi tersebut berasal dari setiap provinsi di Indonesia melalui Kantor dan Balai Bahasa. Karya sastra daerah baik legenda, mitos, fabel, cerita rakyat yang dianimasikan telah melewati proses kurasi.

Dia menambahkan, 33 film animasi tersebut diperuntukan bagi siswa PAUD hingga SMP. Proses produksi film animasi merupakan kolaborasi antara pakar, asosisasi, dan peserta didik vokasi.

"SMK dan perguruan tinggi vokasi juga terlibat memproduksi. Ini diproduksi bersama-bersama antara tim praktisi bidang perfilman animasi," jelasnya.

Imam mengungkapkan, biaya untuk membuat film animasi tersebut sebanyak 8 Miliar Rupiah dengan waktu pengerjaan selama empat bulan. Pihaknya akan mengajukan film animasi tersebut kepada Lembaga Sensor Film (LSF) agar bisa segera disebarluaskan.

"Nanti akan kami masukan ke lembaga sensor film. Tahun sebelumnya ada 32 film animasi sudah lulus sensor bisa disebar ke sekolah-sekolah. Bisa unduh gratis disebarluaskan," katanya.

Dia membeberkan, untuk tahun 2024, pihaknya akan menggunakan komik sebagai media pemodernan sastra daerah. Rencananya, bahasa yang digunakan yaitu bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing.

"Kalau dulu namanya tradisi lisan dituturkan dari mulut ke mulut oleh orang tua kita, kemudian sesuai perkembangan zaman kita modernkan medianya bukan lagi buku, tapi film, komik, alih wahana," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.