Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Isu Stunting Jadi Bahan Kampanye Capres, Apa Masalah dan Solusinya?

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Status gizi anak dijadikan indikator kemiskinan dalam kebijakan pembangunan nasional, dan program gizi diintegrasikan sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan.

Pendekatan pengambilan keputusan berbasis bukti

Kemajuan yang pesat dalam ilmu dan teknologi saat ini sangat terasa di berbagai bidang, termasuk di bidang gizi dan kesehatan.

Munculnya konsep paradigma medis melalui pendekatan prediktif, preventif, personal, dan partisipatif memungkinkan manajemen dan dukungan kesehatan yang spesifik untuk masing-masing individu yang memiliki perbedaan dalam metabolisme, genetika, biokimia, dan mikrobiota yang memengaruhi respons tubuh terhadap asupan gizi.

Pengetahuan tentang nutrigenetika dan nutrigenomika memiliki peran krusial dalam merekomendasikan gizi yang disesuaikan dengan faktor genetik. Nutrigenetik memberikan wawasan tentang bagaimana individu merespons nutrisi dalam makanan.

Sedangkan nutrigenomika menunjukkan bagaimana asupan nutrisi (gizi makro, gizi mikro, dan zat aktif biologis lainnya) memengaruhi ekspresi gen dan rekomendasi diet yang optimal.

Sebuah studi nutrigenetik dari Universitas Gadjah Mada menyoroti keterkaitan antara stunting pada anak dan risiko obesitas saat dewasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa anak yang mengalami stunting cenderung memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi karena tingkat metabolismenya rendah. Beberapa gen telah diinvestigasi, khususnya gen yang terkait dengan mekanisme hormon ghrelin yang mengatur rasa lapar, dan terbukti memainkan peran dalam fenomena ini.

Dengan demikian, kesejahteraan anak-anak tidak hanya merupakan tindakan belas kasihan, melainkan juga aspek yang esensial bagi masa depan bangsa. Hal ini mencakup pendidikan, produktivitas tenaga kerja, dan kemajuan bangsa Indonesia dalam mengoptimalkan momentum bonus demografi.

Bagi kandidat presiden yang bersaing untuk memimpin lima tahun ke depan, penanganan malnutrisi anak harus menjadi poin sentral dalam kampanye mereka sebagai sinyal komitmen untuk Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.The Conversation

Iskandar Azmy Harahap, Early Career Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.