Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Ingin Larang Vape, Dorong Kontrol Seperti Pada Tembakau

📅 Jumat, 15 Des 2023, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Ingin Larang Vape, Dorong Kontrol Seperti Pada Tembakau Doc: ANTARA/Pixabay
Ket. Ilustrasi vape atau rokok elektrik.

LONDON - Organisasi PBB untuk Kesehatan Dunia WHO pada Kamis mendorong pemerintah untuk memperlakukan rokok elektronik serupa dengan tembakau dengan melarang segala rasa, yang akan mengancam upaya perusahaan rokok untuk menyediakan alternatif merokok itu.

Beberapa periset, kampanye dan pemerintah memandang rokok elektronik atau vape, sebagai alat kunci dalam mengurangi kematian dan penyakit akibat merokok. Namun badan PBB itu mengatakan "tindakan genting" dibutuhkan untuk mengontrolnya.

Dengan mengutip beberapa kajian, disebutkan bahwa tidak ada bukti cukup bahwa vape membantu perokok untuk berhenti merokok, dan bahwa vape berbahaya untuk kesehatan dan dapat mendorong kecanduan nikotin bagi bukan perokok, terutama anak-anak dan pemuda.

Lebih banyak anak berusia 13-15 tahun menggunakan vape dibandingkan orang dewasa di seluruh kawasan dalam pengamatan WHO yang disebabkan oleh pemasaran yang agresif.

"Anak-anak direkrut dan diperangkap sejak dini untuk menggunakan rokok elektronik dan mungkin berakibat ketergantungan terhadap nikotin," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan mendorong negara-negara untuk menerapkan kontrol ketat.

WHO meminta adanya perubahan, termasuk larangan untuk seluruh isi rokok elektronik berbagai rasa, dan menerapkan kontrol seperti untuk tembakau terhadap vape. Hal ini termasuk pajak yang tinggi dan larangan penggunaan di tempat umum.

Badan PBB itu tidak memiliki otoritas di atas aturan nasional dan hanya memberikan panduan. Namun rekomendasi WHO sering diterapkan oleh negara-negara secara sukarela.

WHO dan beberapa organisasi anti-tembakau mendesak regulasi lebih ketat untuk produk nikotin baru, membidik alternatif yang menjadi dasar strategi masa depan beberapa raksasa rokok seperti Philip Morris International dan British American Tobacco.

Perusahaan rokok besar berharap untuk membangun sumber keuntungan baru dari produk alternatif rokok akibat semakin ketatnya aturan dan menurunnya jumlah perokok menekan bisnis tradisional mereka di beberapa pasar.

Pihak industri mengatakan vape memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dari tembakau dan bisa membantu mengurangi dampak berbahaya tembakau dengan menambahkan rasa dan harga yang lebih murah yang mendorong para perokok untuk beralih -sebuah pendapat yang dianut oleh beberapa pendukung pengendalian tembakau.

WHO mengatakan vape menggunakan bahan-bahan, yang beberapa di antaranya diketahui dapat menyebabkan kanker dan memiliki risiko untuk kesehatan jantung dan paru-paru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

59 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.